Rabu, 07 Desember 2022

Sehat Luar, Sakit Dalam.




Aroma obat tercium dan pasien berlalu lalang menjadi pemandangan di depan mata. Banyak pasien yang antre sebagai pengguna BPJS. Apalah dayaku yang tidak bisa menggunakannya karena perantau. Aku tidak sempat pulang untuk mengurusnya. Berharap suatu saat nanti kartu asuransi kesehatan bisa digunakan dimanapun. Akhirnya, aku memilih berobat di poli eksekutif. Memang bukan pertama kali ke rumah sakit ini. Jadi sudah tau alur administrasinya, sehingga lebih cepat prosesnya. Sesampai disana langsung naik lift ke lantai 2, mendaftar di bagian administrasi untuk konsultasi dengan dokter spesialis langgananku.

Senyuman dokter cantik berkacamata nan ramah di dalam ruangannya menyapaku. Setelah berkonsultasi disarankan untuk USG dan medical check up di laboratorium. Lalu mendaftar untuk dijadwalkan oleh petugas. Namun, harus kembali keesokan harinya untuk diambil sampel darah dan air seni. Aku sudah tidak sabar menunggu hasilnya karena rasa penasaran yang tinggi. Setelah sekian jam menunggu, hasil laboratorium di dalam amplop putih sudah di tanganku.

Diagnosis dokter adalah masalah infeksi di sekitar endometrium, ternyata hasil lab juga sama. Dokter sudah menjadwalkan kontrol ulang, penanganan pertama dengan obat. Selanjutnya bisa dilakukan endoskopi. "Ternyata penyakit dalam itu menipu ya." Pikirku dalam hati. Fisik terlihat sehat dari luar, ternyata organ tubuh dalam memberontak. Mungkin selama ini aku dzolim sama tubuhku sendiri. Padahal tubuh kita punya hak untuk dirawat kesehatannya. Ini sebagai pertanggung jawaban kepada Maha Pencipta. Sehat fisik di luar, belum tentu sehat jiwa dan organ dalam. Sakit juga adalah teguran dan bisa jadi ujian sebagai pengugur dosa. 

Semangat sembuh para survivor. Setiap penyakit pasti ada obatnya. Jangan mudah menyerahπŸ˜ƒ

#ChallengeKMI

#PentigrafRasaHariIni

Sabtu, 03 Desember 2022

Birrul Walidain

Kiri ke kanan (adik- ibu- aku)


Hangatnya mentari pagi semakin menambah semangat. Akhir pekan tiba dengan rutinitas padat. Saatnya belanja bahan masak ke pasar.  "Apa menu hari ini ya? Tanyaku sendiri." Biasanya masak dengan menu sederhana yang beli di penjual sayur dekat rumah. Khusus hari Sabtu, pasti aku masak lebih banyak. Meskipun bukan koki profesional, tetap menyajikan makanan enak untuk orang spesial. Siapa lagi kalau bukan ibuku yang tinggal di Surabaya karena merantau bekerja.

Jalanan penuh dengan kendaraan yang berbaris rapi, meramaikan malam Minggu. Aku memilih untuk birrul walidain, silaturrahim kepada orang tua. Tidak lupa membawa buah anggur, dan kelengkeng. Ada juga hasil masakan berupa tongkol suwir, dan tumis sayur tiga warna (kacang panjang, bunga kol, dan wortel). Ibuku memang suka makan buah dan sayur banyak warna karena gizinya lebih lengkap.  

Sesampai disana, perbincangan antara anak dan orang tua sampai larut malam. Bahkan kadang tidak berasa sampai ganti hari. Maklum karena pertemuan yang hanya seminggu sekali. Melepas rindu dengan berbagi kabar suka atau duka. Aku tetaplah putri sulungnya yang seperti dulu, meski sudah menikah. Hanya sekarang beda tempat tinggal karena aku ikut suami di Sidoarjo. Begitu juga adikku tinggal di Madura karena sekolah disana. Sedih rasanya kalau nanti harus pindah kota lagi. Kehidupanku merantau sejak SMA membuat jauh dari orang tua. Aku tidak ingin jauh lagi secara fisik, meski bisa dekat dengan doa. 

#ChallengeKMI

#PentigrafRasaHariIni

Jumat, 25 November 2022

Berani Menikah Muda dan Beda Status




1. Alasan Menikah Muda 

Kala itu usiaku menuju 23 tahun 
Pada Juni mendatang
Sedangkan dia menuju angka 27
Pada Oktober mendatang.

Usia yang terpaut 4 tahun 
Ah...tidak penting usianya
Terpenting cara berfikirnya.

Ada yang masih muda
Berfikir layaknya orang dewasa
Begitu sebaliknya yang tua
Berfikirnya masih labil seperti anak kecil.

Sejatinya bukan faktor usia 
Menjadi patokan menikah
Kesiapanlah yang menjadi alasan utama
Siap menjalani lika liku rumah tangga.

Keputusan menikah usia muda tidaklah mudah
Namun juga tidak terlalu sulit
Ikutilah sekolah pranikah
Sebagai bekal ilmu di sekolah nikah dunia nyata.

Banyak yang bertanya kenapa memilih menikah muda ? 
Lantas saya jawab karena mengikuti sunnah Rasulullah dan beribadah 
Lillahi Ta'ala
Bersama pasangan halal
Menuju surga-NYA.

Menikah itu menyempurnakan separuh agama
Menghindari maksiat semakin merajalela
Memerangi godaan syaitan 
Untuk melawan syahwat yang tidak semestinya.

Hai para pria
Tegaslah bersikap
Jangan jadikan wanita hanya permainan
Beri keputusan pasti, pilih lepaskan atau halalkan.

Hai para wanita
Jangan tertipu janji manis pria
Dirimu lebih manis 
Tak pantas menerima kenyataan pahit.

Kalau kalian menunggu siap materi
Sampai matipun tidak akan menikah
Sifat manusiawi tidak pernah puas
Percayalah menikah menyatukan dua rezeki manusia.

Menikah itu tidak sulit
Yang menyulitkan manusia sendiri
Terlalu banyak kriteria standar
Hingga lupa manusia tidak ada yang sempurna.

Jodoh adalah cerminan diri
Perbaiki diri jika ingin mendapat jodoh terbaik
Bukan malah menyulitkan mahar
Hingga memundurkan niat pria untuk meminang lantaran mahal.

Mahar yang saya minta cincin emas 
2 gr, seperangkat alat shalat dan shalawat nabi 100x
Cincin menjadi simbol pengikat hubungan
Seperangkat alat shalat menjadi pengingat untuk selalu beribadah kepada Allah
Shalawat menjadi dzikir yang selalu dilantunkan untuk meneladani Rasulullah.

Pesan untuk para jomlo, cukup pilihlah yang seiman dan bertanggung jawab
Pria mampu menjadi imam
Wanita tunduk menjadi makmum 
Membangun keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah.

2. Menikah Beda Status

Ada istilah selain pernikahan dini
Ada juga istilah pernikahan beda status
Ada si kaya bersanding dengan si miskin
Ada si konglomerat bersanding dengan keluarga melarat.

Hal itu juga terjadi pada saya
Memang saya dan pasangan berasal dari keluarga yang sama-sama sederhana
Namun profesi kita berbeda
Saya masih seorang mahasiswi yang melanjutkan pascasarjana (S2), sedangkan suami saya sudah bekerja.

Alhamdulillah keluarga saya masih lengkap
Sedangkan suami saya adalah anak yatim piatu
Saya yang masih manja minta apapun sama orang tua
Dia sudah mandiri untuk bertahan hidup.

Memang strata pendidikan saya lebih tinggi daripada suami
Lantas bukan berarti saya langsung berubah posisi menjadi pemimpin keluarga
Kodrat wanita tetap sebagai makmum
Karena kaum hawa tercipta setelah kaum adam

Kalian tidak perlu takut menikah beda status
Tidak ada perbedaan di mata Allah
Semuanya sama tanpa ada diskriminasi
Tenang saja, Tuhan tidak korupsi kok.

Salam cinta dari istri bahagia❣

Minggu, 26 Januari 2020

Filosofi Rumah


Tulisan ini terinspirasi saat membantu tugas prakarya adik
Membuat sketsa rumah menggunakan kain flanel
Warna warni hasil karya tanganku meski tidak sekolah TK.

Sebuah rumah lengkap dengan jendela dan pintunya
Bahkan pepohonan dan rumput tumbuh di halaman rumah
Disinari matahari yang berseri indah.

Eitss...tidak akan membahas rumah tangga
Kasihan yang baca belum tentu sudah berumah tangga semua
Termasuk penulis, namun doakan segera menuju halal. Aamiin

Saya adalah manusia yang selalu belajar kepada siapapun dan dimanapun
Bahkan pada benda pun tetap saya pelajari
Termasuk rumahku yang menjadi surgaku.

Rumah adalah tempat naungan
Ibarat hidup yang butuh naungan
Carilah pelindung di kala sedih, tidak lain adalah Sang Pencipta.

Pondasi rumah yang kuat tidak mudah roboh
Begitu juga pondasi iman yang kuat
Tidak akan mudah tergoda.

Pintunya sebagai penanda masuk rumah
Layaknya iman dan taqwa
Sebagai pintu masuk surgaNYA.

Jendela sebagai tempat keluar masuknya angin
Layaknya hati sebagai kontrol diri
Tempat munculnya berbuat pahala atau dosa.

Terdiri dari beberapa kamar
Sebagai tempat istirahat
Mengajarkan manusia untuk istirahat sejenak, tidak bekerja terus menerus.

Atap rumah menjadi penutup
Jika atapnya sempurna, terlindungi dengan baik kehidupan di dalamnya
Jika hidup baik juga terlindungi dari panasnya api neraka.

Berdoalah semoga mendapat perlindunganNYA
Dikuatkan aqidahnya
Dijadikan golongan ahli surgaNYA.

Aamiin

#10harimenulis
#ChallangeMenulis


Filosofi Obat

Kehidupan memang berpasangan
Ada pasangan suami istri
Ada siang dan malam hari.

Ada waktu sembuh dan sakit pula
Penyakit yang sudah disediakan obatnya
Lantas jangan berputus asa.

Fisik saya terlihat baik namun organ dalam sedang bermasalah
Mudah lapar dan kenyang
Perut sering kembung dan terasa mual.

Gejala yang dibiarkan bertahun-tahun
Membuat bobot badan semakin menurun drastis
Mengira sejak dulu akibat gen dari nenek

Tidak salah jika banyak yang mengira saya masih SMA
Jika melihat bobot badan saya masih pantas
Ah...stop body shaming. Tidak ingin membahas fisik, tapi obat.

Sejak saya melanjutkan kuliah pascasarjana
Pulang disambut dengan rasa terkejut dari keluarga
Diperiksalah ke dokter.

Benar ada permasalahan pencernaan
Dilakukan terapi obat herbal
Mengonsumsi banyak obat, salah satunya yang dikonsumsi Chrish John sebelum bertanding untuk menguatkan stamina.

Banyak hal yang saya pelajari dari obat
Ilmiahnya yakni racikan bahan dari bidang farmasi
Faktanya obat setiap penyakit sudah tercantum dalam Kitab Suci (Al-Quran).

Buktinya dokter saya memberikan madu dari bunga clover
Madu herbal yang dinilai paling steril nomer dua oleh WHO (World Health Organization).

Sudah jelas dalam Al-Quran
Madu disebutkan sebagai obat
Bahkan lebah dijadikan nama sebuah surah.

Tidak hanya obat fisik
Obat hati pun sudah tersedia
Ingatlah tombo ati lima macamnya

Produk obat berbagai penyakit tersedia
Mengajarkan bahwa setiap pernasalahan ada penyelesaian
Tinggal bagaimana kita berikhtiar mendapatkannya.

Obat juga ada pilihan
Ada herbal maupun kimiawi
Pasien yang berhak menentukan.

Obat herbal lebih aman dari efek samping
Tapi proses kerjanya lebih lama
Berbeda dengan kimiawi lebih cepat namun banyak efek sampingnya.

Hal itu ibarat pilihan hidup
Ingin memilih sesuatu yang aman tapi prosesnya lama
Atau sesuatu yang instan tapi resikonya tinggi.

Saudaraku...Jangan asal berobat
Sesuaikan dengan jenis penyakitnya
Ingat bahwa obat hanya perantara, tetap Sang Kuasa yang menyembuhkan.

#10harimenulis
#ChallangeMenulis



Filosofi Sawi


Daunnya hijau lebar 
Batangnya pendek
Sering muncul di mangkok makanan

Banyak panggilannya 
Sebagian orang menyebutnya sawi
Sebagian lagi menyebutnya pakcoy

Sama halnya nama manusia yang memiliki banyak panggilan
Diriku saja memiliki panggilan lebih dari lima
Hingga mendapat panggilan unik, ternyata artinya tidak baik
Berhati-hatilah dengan nama, jangan sampai mengubah arti

Terserah kalian ingin menyebut sawi atau pakcoy
Kalian pasti pernah merasakan sedap tumisnya
Begitu renyah terasa di lidah

Hijaunya sawi melambangkan warna alam
Bahkan bisa dijadikan pewarna hijau alami
Tidak perlu menggunakan bahan kimiawi

Sajiannya sebagai pelengkap hidangan
Terasa hambar mie ayam tanpa sawi
Ibarat jomlo tanpa pelengkap hidup

Kecil tapi besar khasiatnya
Jangan pernah meremehkan si kecil
Karena si besar belum tentu sebesar khasiatnya

Bagi kalian penyuka sawi
Jangan merasa gengsi
Sebab itu sayur bergizi


#10harimenulis
#ChallangeMenulis




Filosofi Jagung

Sumber: Google

Panjang berbiji kuning  tertutup kulit 
Berasal dari Negara Meksiko
Menjadi bahan makanan pokok kedua di Indonesia setelah padi
Itulah jagung

Diriku penyuka jagung
Jadi makanan pokok waktu kecil
Jadi topik praktik kerja lapang waktu kuliah
Jadi topik kajian penelitian untuk skripsi

Selain jagung pangan ada juga untuk pakan
Terdapat juga jagung manis
Ibarat barang yang beragam 
Harus digunakan sesuai kebutuhan 

Ada penikmat jagung bakar atau barbeque 
Ada penikmat jagung susu keju
Ada penikmat nasi jagung 
Jadilah seperti jagung yang disukai banyak orang 

Penyerbukannya menyilang dibantu angin
Sama halnya manusia bisa berinteraksi satu sama lain melalui perantara 
Membuktikan hidup di muka bumi tidak sendiri
Hilangkan rasa ego yang mengakar di hati

Varietasnya menggunakan nama wayang
Ada arjuna, bima, nakula dan sadewa
Namanya menunjukkan sifat pendekar
Sekokoh batangnya dan sekuat akarnya

Risetku tentang varietas jagung yang berpotensi tongkol dua
Hasilnya diperoleh dalam satu pohon bisa bertongkol dua, tetapi besarnya tidak seragam
Menunjukkan bahwa sifat manusia itu seragam meski satu darah atau terlahir kembar pun
Kita terlahir punya potensi yang berbeda untuk berkolaborasi berkarya

Agribisnis jagung pun masih menjadi polemik
Banyak sekali permainan politik
Masalah data impor dan ekspor
Tentang siapa yang mengeksplor

Dosen pengujiku bertanya ini salah siapa
Lantas kujawab salah regulasi
Memang regulasi yang tidak diterapkan baik
Akan berdampak buruk pada semua sektor

Kuingin kabar jagungku baik-baik saja
Peternak tidak menderita karena harga kemahalan
Rakyat sadar akan diversifikasi pangan
Tidak hanya dijadikan pilihan kedua setelah padi.

#10harimenulis
#ChallangeMenulis





Jumat, 24 Januari 2020

Filosofi Petani

Sumber: Google

Pagi hari buta bangun dengan semangat
Membawa alat perang cangkul dan topi ke sawah
Bekerja merawat hasil bumi agar bermanfaat
Bekerja dengan ikhlas dan lillah

Disebutnya petani
Profesi mulia yang tak kalah dengan pejuang kemerdekaan
Dialah pahlawan pangan pengisi kemerdekaan
Tak ingin adanya kelaparan

Mungkin sebagian orang merendahkan profesinya
Namun dia tetap menekuninya
Bahkan bisa membuktikan pada cibiran netizen 
Bahwa petani juga mampu hidup sejahtera dengan hasil panen

Meski faktanya petani di Indonesia belum sejahtera sepenuhnya
Namun mereka tak pernah meninggalkan profesinya
Begitu setia pada pilihan hidupnya
Tidak seperti pasangan yang selingkuh dimana-mana

Wisatanya bukan ke Kota Padang tapi Ladang
Temannya bukan Batman tapi Tanaman
Musuhnya bukan Haters tapi Hama
Musim yang ditunggu bukan Salju tapi Panen

Hidupnya begitu sederhana
Tapi tak pernah terlihat merana 
Meski hidup tidak mewah
Keluarganya bahagia bersama di sawah

Aku iri melihat mereka bercumbu ria
Saat makan nasi dari padinya
Terlihat rasa syukur nikmat di wajahnya
Tertampar diri ini yang kurang bersyukur

Teringat seorang petani inspirasi
Surono Danu penemu bibit unggul padi sertani
Separuh hidupnya untuk meneliti padi
Kokoh mempertahankan temuannya untuk negerinya sendiri walau akan dibeli oleh warga asing

Petani abdimu terus mengalir
Profesimu adalah amal jariyah
Mengalir terus amal kebaikan dari setiap benih yang kau tanam dan rawat
Hingga menjadi sebuah hidangan di meja makan

Hancurlah dunia jika tidak ada petani
Tidak ada  lagi yang merawat hasil bumi 
Makanya kuingin menjadi petani berdasi
Agar petani tidak dipandang hina lagi

#Challange10harimenulis
#komunitasmenulis





Selasa, 21 Januari 2020

Filosofi Jas Hujan

Pagi tadi air langit membasahi bumi
Namun tak memadamkan semangat si bungsu menimba ilmu
Dipakailah jas hujan menutupi seragamnya

Kuantar ke sekolahnya
Memastikan dirinya tidak basah
Meski kuhanya mengunakan jaket

Jas hujan bukan seperti payung
Hanya dipakai saat hujan
Menempatkan sesuatu sesuai waktu dan tempatnya

Ada sikap pengorbanan diri
Merelakan dirinya sendiri basah
Untuk melindungi penggunanya

Penggunaannya praktis tanpa harus dipegang tangan
Mengajarkan manusia bersikap lebih praktis
Selain mampu berfikir kritis

Jenisnya jas hujan banyak
Ada jas hujan pribadi atau egois
Ada jas hujan bersama atau bersahabat

Tinggal kita memilih menjadi egois atau bersahabat
Egois akan dijauhi banyak orang
Bersahabat akan didekati banyak orang

Nanti akan kuceritakan jas hujan penuh kenangan
Melewati rintik-rintik kenangan
Mengguyur masa lalu menerjang masa depan

Kala itu berboncengan
Berjas hujan dengannya
Melaju pelan-pelan menyusuri panjangnya jalanan

Terima kasih jas hujan
Melindungi diri dari terjangan hujan
Memberikan kenangan setiap saat

#10harimenulis
#komunitasmenulis


Filosofi Buah Naga

Penyuka si merah alami
Selesai makan satu kupas saja, air seni pun mengalir merah
Namanya tidak sesuai dengan bentuknya

Kenapa nama hewan jadi nama buah
Teka teki yang belum terjawab
Seperti perasaan yang belum terbalas
Eitss jomlo dilarang baper

Naga namanya
Mungkin karena buah obat
Termasuk rajanya buah

Nama tidak selamanya mencerminkan sifat asli
Meski nama setan, ada manusia yang bersifat malaikat
Begitu sebaliknya, makanya jangan mudah tertipu

Kebunnya jadi agrowisata
Dikunjungi banyak orang
Seharusnya rumah kita juga memberika manfaat
Jadi kunjungan sanak saudara atau sahabat

Multifungsi selain sebagai buah, obat herbal juga gincu alami
Merahnya bibir tidak perlu bergincu
Mengajarkan kita untuk hidup sehat

Saat musimnya harganya murah namun manis
Mengajarkan hidup harus murah hati dan bersikap manis
Bukan bersikap jual mahal dan berhati busuk

Buah naga bisa jadi minuman atau makanan
Jus dan puding naga sajian lezat
Ibarat profesi apa saja yang penting sama-sama bermanfaat

Kaya khasiat meski namanya menyeramkan
Manusia juga harus membuktikan kaya hatinya meski ditakuti untuk didekati
Buktikan bahwa sikap lebih baik dari nama

#10harimenulis
#komunitasmenulis


Filosofi Keju

Baik anak desa
Atau anak kota
Berjiwa millenial dan berselera western

Diriku dibesarkan di pulau surganya jagung
Menjadi makanan pokok karunia dari Sang Agung
Nikmatnya nasi jagung bersanding dengan kuah daun kelor

Saat itu belum mengenal si asin lezat
Berwarna putih atau kuning dan bentuknya memanjang atau kotak
Keju namanya tapi bukan singkatan seorang aktor Kevin Julio

Orang mengenalnya Si Cheddar, Kraft atau Mozarella
Membayangkan saja sudah tergiur lezatnya
Namun lidah asia tulen merasa aneh mencicipinya

Sudah ada Sebelum Masehi
Terbuat dari pasteur susu sapi
Terkenal di Yunani

Wahai penikmat keju
Apa yang kau dapat ?
Jangan menjawab hanya soal rasa

Keju ibarat sebuah fisik manusia
Terlihat lezat dan mulus
Ternyata masih ada yang berongga seperti celah keburukan sifat manusia

Restoran bintang lima akan menyajikan makanan rasa keju
Karena ada penambahan nilai untuk cita rasanya
Belajarlah seperti keju menjadi added value (nilai tambah) dalam kehidupan

Jika hanya dimakan percuma terasa asin
Bila dicampur dengan bahan lain terasa lebih enak
Begitulah jika hidup berdampingan terasa lebih nikmat

Keju multifungsi sebagai sajian
Ada yang diparut atau cukup dipotong kotak
Mengajarkan manusia untuk multitalent

Terima kasih keju
Kau memberikan makna
Melebihi hidangan biasa

#10harimenulis
#komunitasmenulis

Filosofi Masakan Wanita

Challange Menulis Hari Ke-2 Terlewati

Masih ingat memoriku 
Akan hutang menulis yang belum dibayar
Begitulah jika berjanji atas nama cinta pasti ditepati

Ingin kubagi cerita
Moment yang terlewati
Belajar memasak untuk tamu spesial

Kesekian kalinya kedatangan tamu misteri
Bukan seorang yang diutus peri
Bukan juga penjual teri

Lantas kubingung akan menyajikan apa
Masak kopi saja kadang pahit
Namun tak sepahit masa lalu yang mengecewakan

Bersyukur punya guru private sejak kecil yang kupanggil ibu
Diajar masak kue brownies dan cheese cake
Rasanya semanis janji tamu untuk masa depan

Hai wanita...
Tidak cukup hanya pandai berdandan
Tanpa kenal dengan wajan atau kue rasa pandan

Tugasmu di kasur, dapur dan sumur
Jadi slogan mengglobal
Sungguh kubangga jadi sosokmu

Masakan wanita yang dimasak sepenuh cita
Ibarat kehidupan yang memberikan aroma rasa
Menggairahkan orang lain untuk mencicipi

Jika hidup penuh suka cita
Orang sekitar akan tertular suka cita
Bukan tertukar jiwa gila

Tak peduli masakan wanita dihina
Lebih baik daripada wanita yang pandai menghabiskan uang saja
Hingga slogan "workshop", suami work dan istri shopping jadi senjata para ibu sosialita

Lucu wanita yang suka masak dengan rasa asin melanda, katanya ngebet nikah
Jangan sampai suami makan di meja makan tetangga
Jika sampai terjadi itu tanda istri yang tega
Membiarkan suami tidak betah di rumah

Masaklah dengan rasa cinta
Cinta untuk keluarga
Cinta untuk siapapun

Resapi dengan varian rasa
Seperti manis atau pahitnya kehidupan
Syukuri karunia  Tuhan Yang Maha Esa

#10harimenulis
#komunitasmenulis

Selasa, 10 Desember 2019

Panggung Sandiwara

Part sebelumnya sudah membahas bingkai kehidupan. Sekarang kita akan lanjut membahas tempatnya bingkai kehidupan yaitu panggung sandiwara. Apa yang terlintas dalam benak kita ?

Panggung sandiwara ?
Panggung teater ?
Drama sinetron ?
Pertunjukan di atas panggung ?
dan lainnya tentang dunia acting.


Dunialah yang menjadi panggung sandiwara. Jika membahas sandiwara, pasti terdiri dari berbagai komponen di dalamnya. Ada sutradara, panggung, artis, dan penonton. Apa saja itu ?. Pasti sudah tidak asing di telinga kita, semuanya bisa dipelajari satu persatu hubungannya dengan dunia.


1. Panggung
Tempat pertunjukan yang biasa dipertontonkan dan ditonton. Bumilah tempat yang kita pijak menjadi panggungnya. Banyak sekali pertontonan di dalamnya.
Begitu halnya dengan kehidupan yang mempertontonkan banyak sketsa kehidupan. Ada sebuah istilah sketsa elegi yaitu kerangka kesedihan, namun ada juga yang mempertontonkan kebahagiaan. Semua tontonan yang ada di panggung sandiwara bisa berakhir dua kemungkinan yaitu happy ending or sad ending.  
Sebenarnya dalam kamus hidup saya yang berlandaskan pedoman Al-Quran wajib happy ending dan haram sad ending.  
Setiap manusia ingin mengakhiri kehidupannya di panggung sandiwara (dunia) dalam keadaan Husnul Khotimah (kebaikan). Semuanya ditentukan oleh peran yang ditimbulkan dari fikiran diri sendiri, jika memang berfikir positif maka hasil akhirnya juga positif. Berbeda dengan manusia yang berfikir negatif, maka selamanya akan berdampak negatif karena tanpa disadari akan perbuatan atau sikapnya akan mewujudkan sama seperti apa yang difikirkan.
Ingatlah bahwa di panggung banyak akan ditemukan properti sebagai alat pendukung peran atau bahkan properti yang membahayakan. Dalam kehidupan nyata yang menjadi properti terbaik adalah iman dan taqwa. Saat hidup sudah berbalut iman dan berhias taqwa, maka kebaikan akan selalu menyertai.

2. Sutradara
Panggung sandiwara tidak akan tercipta tanpa adanya sutradara. Sudah bisa ditebak kan sutradara kehidupan ?
Iya, Allah Yang Maha Esa adalah Sang Pembuat Skenario semua makhluk hidup di muka bumi ini. Alur ceritanya tidak bisa ditebak, hal tersebut menjadi hak priogratif Allah Yang Maha Esa. Jadi tidak perlu khawatir akan semua takdir yang dijalani, misal khawatir jodoh datang terlambat atau rezeki akan tertukar. Semuanya sudah tertulis bagian kehidupan kita di lauhul mahfuz (tempat catatan takdir manusia). Jika kita memang beriman, maka harus percaya akan qada dan qadarnya. Ingat firman Allah "Bahwa yang terbaik menurut kita, belum tentu terbaik menurut Allah". Jadi Allah adalah sutradara paling terbaik yang tidak perlu diragukan dalam membuat alur cerita kehidupan hambanya. Cobalah untuk menikmati dan mengambil hikmah dari setiap kejadian, maka hidupmu akan bahagia.

3. Aktor/artis
Kalau sudah ada sutradara dan panggung, pasti asa artisnya sebagai pemerannya. Manusia adalah artis yang awalnya ditentukan menjadi protagonis semua. Sebenarnya tidak ada manusia yang jahat, kadang lingkungan dan kebiasaanlah yang menjadikan si protagonis menjadi antagonis. Jika kita berteman dengan seorang penjual minyak wangi, maka akan tercium juga harumnya. Begitu sebaliknya, jika kita berteman dengan maling ada kemungkinan terseret juga menjadi maling atau terduga. Jadilah aktor/artis protagonis (melakukan kebaikan tanpa melakukan kejahatan kepada orang lain). Mentaati aturan dan menjauhi langgaranNYA.
Kita mengetahui bahwa peran protagonis yang paling disuka oleh penonton, begitu sebaliknya antagonis sangat dibenci. Sekarang tinggal memilih ingin dicintai atau dibenci. Pilihan ada pada diri kita sendiri, bahkan ada yang hanya menjadi peran pembantu. Jika ingin mengambil peran penting, jadilah pemeran utama. Berani mengambil keputusan dan bersikap untuk kehidupan diri sendiri.

4. Penonton
Jika semuanya sudah lengkap, jadilah sebuah tontonan. Lalu siapa yang menonton ?. Iya, penonton. Jika sutradara dan aktor/artis berkarya, maka penonton hanya bisa menikmati hasil karya orang lain. Sebenarnya tidak ada larangan menjadi penonton, namun diharapkan tidak selamanya menjadi penonton.
Cobalah untuk berinovasi, berkontribusi dan menginspirasi. Jika orang lain bisa, seharusnya diri sendiri mampu juga bahkan bisa melampui batasnya. Jika selamanya memilih jadi penonton, maka akan tertinggal jauh. Buktinya saja Indonesia akan selamanya menjadi negara berkembang jika warganya hanya menjadi penonton tanpa beraksi untuk berinovasi. Jadi, mulai saat ini kita mulai menggali potensi diri agar menjadi aktor/artis dan tidak selamanya menjadi penonton. 

Minggu, 24 November 2019

Bingkai Kehidupan



Berawal dari goresan tinta kita mengenal di dunia literasi. Mungkin kalian pernah penasaran atau istilahnya (re: kepo) dalam bahasa sekarang kepada penulis buku yang dibaca. Apalagi jika itu buku bacaan favorit yang penulisnya sudah legendaris seperti Asma Nadia, Tere Liye, Andrea Hirata, Habiburrahman El-Razy, Rifa'i Rif'an, Dewi Lestari, dan penulis kebanggaan Indonesia lainnya. Bahkan ada juga seorang komedian yang kita kenal Raditya Dika berhasil menjadi penulis hingga dijadikan film dan menjadi aktornya sendiri. Filmnya sukses di layar lebar, sama halnya dengan Pidi Baiq yang tulisannya tentang Dilan sukses menjadi tontonan favorit remaja galau. Eh bukan, maksudnya remaja sedang jatuh hati. Tidak cukup hanya penulis Indonesia, banyak juga lahir penulis internasional yang berhasil mendobrak cakrawala dan menebar inspirasi melalui tulisannya seperti J.K. Rowling, Stephen King dan lainnya.

Pepatah mengatakan bahwa "Tak kenal maka tak sayang". Pernyataan itu sama halnya dengan diriku yang ingin disayang. Salam kenal walau belum terkenal seperti para penulis hebat yang disebutkan diatas. Saya hanya pendatang baru di dunia literasi, bahkan berlatar pendidikan pertanian. Tidak ada yang salah darimana kita memulai. Justru yang salah adalah tidak berani memulai. Jangan khawatir meski tidak terlahir dari keluarga penulis, harus disadari bahwa setiap manusia biaa menulis. Termasuk saya yang masih belajar dan terus belajar sampai hayat. Jika ditanya tujuan saya menulis adalah berbagi pengalaman. Saya tidak pernah tau tulisan yang mana akan menjadi pengobat atau penguat pembaca. Disitulah energi positif akan mengalir terus meski saya sudah tiada di dunia.

Pembaca pasti akan mengenal karakter penulis dari gaya tulisannya. Menurut ilmu psikologi memang goresan tinta tidak bisa membohongi suasana (mood) saat menulis apalagi habbit atau kebiasaan yang sudah memdarah daging. Ketikan memang tidak bisa terlihat jelas tergantung fontnya. Hehe
Justru yang terlihat perbedaan tulisan tangan tiap orang, ada yang cenderung miring menandakan pemalu dan cenderung tegak menandakan tegas namun agak egois. Saya tidak percaya sepenuhnya terhadap karakter dilihat dari tulisan, namun beberapa kali tes kepribadian hasilnya selalu sama. Iya, saya adalah sosok sanguinis ekstrovert.

Terlahir dengan nama Fitriya Kulsum dari ujung timur Pulau Madura. Siapa sangka semasa kecilnya pemalu sekali, ternyata keadaanlah yang merubah karakter awal. Saya menikmati menjadi sanguinis yang hidupnya penuh kebebasan dalam bersikap, terutama easy going dalam menjalankan kehidupan. Ditambah ekstrovert yang selalu terbuka pada orang lain, membuat hidupnya tidak merasakan sedih sendiri. Pribadi yang selalu berbagi suka maupun dukanya.

Beginilah bingkai hidup seperti bingkai foto yang dibuat sesuai selera. Sama halnya dengan percakapan di sebuah photo studio.
"Mau ukuran berapa ?", tanya penjual.
"10R saja", jawab suami.
"Jangan bi, kan foto keluarga mau dipajang di ruang tamu. Kurang besar kalau 10R, 25R saja", bantah istri.
"Baiklah, mau pilih motif yang mana?", tanya penjual menawarkan lagi.
"Warna emas yang ada ukiran pohonnya saja lebih elegan", jawab istri spontan.
Berbeda dengan karakter suami yang lebih suka motif vintage lebih unik dan menarik.

Percakapan diatas menunjukkan bahwa bingkai kehidupan itu beraneka ragam. Ada suka, duka, tawa, bahagia, kecewa, menangis dan menyesal.  Memang bahan baku bingkai dibuat oleh tukang kayu atau mebel. Bahan baku bingkai kehidupan memang berasal dari Tuhan. Manusia yang mencoba membuat dan menghiasi bingkai kehidupannya sendiri. Mungkin kalian pernah tau ada sebuah adat yakni orang tua menuliskan sesuatu di kertas putih sambil menggendong anaknya yang baru lahir. Ada tulisan harapan orang tua yang menggambarkan kehidupan anaknya di masa depan nanti. Begitu juga bingkai kehidupan, mau dicetak dan dipoles bagaimana tergantung pemiliknya.

Rezeki, jodoh dan ajal memang sudah ditulis oleh Allah di Lauhul Mahfudz. Saat kita terlahir di dunia, melepaskan genggaman tangan dan menangis membuat kita lupa akan semua janji-janji hamba kepada Pencipta-NYA. Agama Islam mengajarkan berupa firman Allah bahwa "Tidak akan dirubah nasib seseorang, kecuali mengubahnya sendiri". Sedangkan ajal adalah pengecualian karena tidak bisa dimaju atau dimundurkan waktunya, tugas manusia hanya menghias bingkai kehidupan yang terbaik tiap harinya agar siap ditunjukkan kepada Tuhan di fase keabadian nanti.

Ajal memang berbeda dengan rezeki, jika terlahir miskin akan selamanya miskin apabila tidak berusaha mengubah nasib. Makanya orang merantau demi mengadu nasib di kota bahkan negara lain. Apabila sudah berikhtiar, namun masih belum berubah menjadi lebih baik baru bertawakkal (menyerahkan kehendak-NYA). Kadang manusia rakus, memang itu sifat manusiawi yang harus dihindari. Jika porsi rezeki berlebih akan tumpah juga, memang sepantasnya  harus disedekahkan bukan malah masuk kantong yang akhirnya jebol dan hilang seperti ATM dibobol. Hehe.
Jangan mudah menyerah sebelum berikhtiar, tetaplah tangguh pada hasil akhirnya. Jangan larut dalam kesedihan, buatlah bingkai kebahagiaan lebih banyak.

Bingkai kehidupan selalu berpasangan seperti garam dan gula yang hambar tanpa kehadiran keduanya dalam makanan. Suka  dan duka pasti hadir, makanya jangan terlalu bahagia berlebih saat memperoleh kesenangan. Setiap ada tawa pasti ada duka, begitu sebaliknya jangan menumpahkan seluruh air mata saat kesedihan melanda. Percayalah bahwa dalam setiap bingkai kehidupan terdapat potret kehidupan. Ada keluarga yang setia mendukung, teman, sahabat dan lainnya yang akan menjadi saksi perjalanan hidup.

Ingatlah kita hidup di dunia tidak sendiri, banyak sekali pendamping yang setia menemani. Ajaklah mereka saling melengkapi bingkai kehidupannya. Kita sendirilah yang berhak menentukan bingkai kehidupan masa lalu, saat ini dan masa depan dengan syarat mendapat ridho Tuhan. Bagaimana agar tercapai ? Jawabannya mudah, penuhi peritah-NYA dan jauhi larangan-NYA.
Sudah siap membuat bingkai kehidupan terbaikmu ?
Jika masih banyak kekurangan, berbenahlah diri selagi diberi kesempatan. Jangan sampai menyesal karena bingkai kehidupanmu hancur ketika menghadap Sang Penyedia bingkai kehidupan (Azzah wa jalla).

Jumat, 25 Oktober 2019

7 Habits Orang Selamat Dunia Akhirat


Hai sahabat dunia maya 😊
Pipit lagi ada challange menulis tanpa henti selama 7 hari. Saya akan bahas 7 habits (kebiasaan) sukses dunia akhirat.

Habit adalah kegiatan yang dilakukan berulang-ulang tanpa kita sadari dalam kehidupan sehari-hari. Kita adalah cerminan habit yang dilakukan. Misalnya kita terbiasa bangun pagi lalu melanjutkan aktivitas, itu akan terus berulang-ulang dikerjakan. Begitu sebaliknya jika malas bangun pagi, akan terbiasa malas terus.

Gambaran habit seperti spiral yang bisa menciut ke dalam atau semakin melebar. Jadi, tidak perlu khawatir akan kebiasaan buruk karena bisa dirubah menjadi lwbih baik. Bagaimana caranya ?
Ust. Felix Siauw  dalam tulisannya pernah membahas tentang proses habit yaitu dimuai dari Learn (Belajar)-Commit (Berkomitmen)-Practice (Latihan)-Repeat (Mengulang). Misalnya, kita ingin membiasakan untuk ke kampus tepat waktu. Jadi, langkah awal mempelajari tips-tips atau pengalaman dari orang lain. Setelah tau ilmunya, belajar untuk memulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus berkomitmen untuk melaksanakannya, ada sanksi bila melanggar dam mendapat reward apabila menaati. Komitmen itu harus dilatih terus-menerus, tidak cukup hanya sekali atau dua kali dan harus berulang agar menjadi kebiasaan yang terus melekat selamanya.

Langsung saja ya saya akan bahasa satu-persatu tentang 7 Habits Orang Sukses Dunia Akhirat. Semua orang pasti menginginkan hal itu. Jika hanya sukses dunia, maka hidup seperti orang buta. Makanya harus sukses akhirat juga agar hidup selamat. Mulai bangun 7 habits berikut ini:

1. Rajin beribadah (Wajib dan Sunnah)
    Malas bukan ciri orang sukses, perlu diingat bahwa kita diberikan bentuk tubuh yang sempurna. Memiliki kaki untuk berjalan, tangan untuk mengerjakan sesuatu dan lainnya. Lantas apa yang menjadi alasan hanya berdiam diri ?.
      Jika kita malas, coba periksa lingkungan sekitar. Mungkin kita salah bergaul atau salah niat dan lainnya. Carilah teman yang mengingatkan ibadah bukan mengajak kemaksiatan. Kalau teman kalian banyak yang lebih suka ke club malam daripada hadir ke kajian, jadi bisa dipastikan akan terjerumus juga pada dunia gelapnya. Berbeda dengan dekat orang alim, hidup akan lebih tenang karena ada alarm ibadah.
     Mulai rajin ibadah kewajiban karena itu tidak bisa dikorupsi. Semakin terbiasa mengerjakan kewajiban, makan akan timbul rasa ingin meningkatkan amalan ibadah. Jangan menyiakan keistimewaan dari berbagai ibadah sunnah. Jika ibadah wajib dan sunnah rutin dikerjakan ikhlas karena Allah, InsyaAllah keselamatan dan surga menanti.

2. Menyeimbangkan ilmu pengetahuan dunia dan agama.
     Ingat pepatah arab mengatakan "Hidup tanpa ilmu pengetahuan seperti orang pincang, dan hidup tanpa ilmu agama seperti orang buta". Jika kita hanya sibuk mengejar dunia, maka akan selamanya begitu karena dunia semakin dikejar akan semakin menjauh sehingga tidak ada kata pernah puas, berbeda dengan akhirat yang semakin dikejar akan semakin mendekat. Namun, jangan pernah melupakan ilmu pengetahuan sebagai bekal hidup di dunia agar tidak menjadi orang yang diperbodoh oleh orang lain.
       Hal ini terjadi pada diri saya sendiri yang sejak kecil hingga saat ini banyak menimba ilmu pengetahuan, namun kurang menimba ilmu agama. Namun, saya tidak tinggal diam dan memilih untuk belajar ilmu agama dari luar sekolah. Misalnya ikut organisasi Pelajar Islam Indonesia dan lainnya. Ilmu itu bisa diperoleh dimana saja dan dari siapa saja. Kita saja yang harus peka untuk mendapat ilmu tersebut dan mengamalkannya. Percuma kalau sudah punya ilmunya, namun tidak diamalkan. Sama saja dinilai sebagai orang munafik seperti itu.

3. Bersyukur
   Kebiasaan ini yang paling sering dilupakan oleh manusia. Nikmat sekecil apapun wajib untuk disyukuri, bukan berarti hanya berupa materi. Sehat dan dikelilingi orang-orang terbaik adalah nikmat yang tidak terhingga. Ingat firman Allah "Bersyukurlah kalian, maka aku akan menambah nikmatnya". Bisa dibayangkan bahwa Allah sangat mencintai hambaNya yang bersyukur. Bahkan saat diberi ujian pun harus bersyukur, tandanya Tuhan menyelamatkan kita dari hal buruk yang mungkin akan terjadi di depan tanpa kita sadari.
         Ujian malah dapat meningkatkan level iman. Coba renungkan saat apa kita shalat lebih khusuk bahkan berdoa sambil menangis ?. Iya, saat kita bersedih dan memohon bantuan kepada Tuhan. Berbeda saat kita senang, ibadah dilakukan hanya sebagai penggugur kewajiban. Astaghfirullah, sering tidak khusuk melaksanakannya. Oleh karena itu, tetaplah bersyukur dalam kondisi apapun.

4. Berbagi/Sedekah
    Ingat ya sobat, sedekah tidak hanya tentang materi. Begitu sederhananya sedekah, bahkan senyum termasuk sedekah. Jadi, mulai sekarang memperbanyak senyum ya. Asal tidak kebanyakan tersenyum sendiri seperti pemuda lagi kasmaran, lebih tepatnya gangguan syaraf sih. Hehehe
        Kalian tidak perlu khawatir uangnya akan habis jika disedekahkan. Ingat itu hanya titipan sementara dari Ilahi yang tidak akan dibawa mati. Ustad Yusuf Mansyur mengutarakan rumus sedekah adalah penjumlahan berkali lipat, jadi semakin banyak maka semakin banyak pula hasilnya. Kelipatan tersebut memang tidak dibalas di dunia, namun sebagai bekal di akhirat nanti. Bahkan ada yang dibalas di dunia dengan cara lain tanpa kita sadari. MasyaAllah, sungguh indah balasan Tuhan pada hambaNya yang taat.
      Saya masih menjadi mahasiswi dan belum memiliki penghasilan tetap, cara bersedekah menggunakan hal lain. Misal menjadi narasumber sesuai dengan bidang ilmu di sebuah komunitas. Berbagi tulisan motivasi atau berdasarkan pengalaman di media sosial. Itu sudah termasuk sedekah, meskipun saya tidak tau perkataan motivasi atau tulisan mana yang menginspirasi orang lain. Niatkan lillah maka hidup akan terarah InsyaAllah.

5. Membaca dan Menulis
    Iqro' adalah kalam Allah yang diperintahkan pertama oleh Allah melalui perantara Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW. Begitu pentingnya membaca sehingga ditekankan untuk dilaksanakan, bagaimana kita bisa  tau tanpa membaca. Membaca adalah pintu gerbang pengetahuan atau sumbernya adalah jendela dunia bahkan akhirat. Setelah membaca sudah sepantasnya kita menulis atas hasil yang kita baca agar tidak mengendap dan bisa diketahui oleh banyak orang. Meskipun kita sudah tiada di dunia, tidak dikenang menjadi orang yang baik namun ada tulisan kita yang akan terkenang terus menjadi amal jariyah dari tiap tulisan yang bermanfaat.

6. Bertani, Beternak dan Berdagang
    Kenapa pilih ketiga profesi tersebut ? "Ah...kampungan", mungkin itu penilaian orang lain. Justru yang kampungan menjadi idaman. Mari kita melihat kembali sejarah kehidupan Rasulullah. Sejak kecil beliau mengembala ternak dan bertani mencari pakan untuk ternaknya. Saat tumbuh dewasa, ikut pamannya ke Negeri Syam untuk berdagang. Sudah jelas firman Allah dalam Al-Quran bahwa diciptakan tanah agar muncul air dan tumbuh tanaman di atasnya.
       Coba saja bayangkan jika bertani, kita tidak akan kelaparan dan kebutuhan pokok makanan sehari-hari hanya tinggal memanen sendiri. Begitu juga denga beternak, kehidupan protein tercukupi. Bahkan kebutuhan tersier lainnya bisa didapatkan dari keuntungan berdagang. Perlu diingat juga bahwa berdagang adalah 9 dari 10 pintu rezeki.

7. Menjadi pemimpin
    Kenapa takut menjadi pemimpin ? Apalagi pemuda adalah tonggak perubahan bangsa, di pundak pemudalah nasib bangsa ini. Berani memimpin agar dunia menguasai dunia menjadi lebih baik dan semakin memperluas amalan ibadah untuk kehidupan akhirat. Memang menjadi pemimpin banyak godaan , namun jika terbiasa menjadi pemimpin dari skala kecil hingga besar akan terlatih menjadi sosok pemimpian yang ideal.

Demikian 7 habits orang sukses dunia akhirat. Jika 7 habits itu dimiliki maka 7  keajaiban dunia dan 7 pintu surga pun akan terbuka lebar. Ubah negatif mindset menjadi positif habits.
Salam Sukses 😊
Yogyakarta, 26 Oktober 2019

 

Sabtu, 19 Oktober 2019

Tuhan...Saya Tidak Takut



Detak jantung terus berbunyi seiring dengan hitungan denyut nadi. Begitulah kehidupan yang terus berjalan mulai dari detik demi detik, berganti menit, jam, hari, minggu, bulan bahkan tahun. Berbeda halnya dengan kuasa Tuhan yang tidak membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mewujudkan kehendakNya, cukup mengatakan "Kun Fayakun" maka jadilah. Semua ciptaannya berguna tanpa terkecuali apalagi manusia.

Tuhan telah menitipkan sebuah roh di dalam rahim Bunda Zainab sekitar 22 tahun lalu. Kini gadis itu tumbuh dewasa bernama "Fitriya Kulsum". Sebenarnya arti namanya penuh misteri sampai saat ini, dicari dalam Al-Qur'an tidak menemukan tulisan arab "Kulsum". Hal yang diketahui adalah nama seorang putri Rasulullah yang wafat mendahului ayahandanya. Berharap mewarisi kepribadian baik seperti Ummi Kultsum yang terus melekat pada dirinya.

Kalian tau siapa gadis tersebut ?
Apakah kembaran saya ?
Jelas bukan, dia adalah saya sendiri.
Mungkin orang bosan mendengar kisah hidup saya, tapi saya tidak pernah bosan untuk menceritakan. Selama ini orang yang mengenal saya hanya tau sepenggal kisah saja.

Saya sudah menjalani lika-liku kehidupan sejak bayi, bagaimana bisa ?.
Kisah ini berawal sejak saya berumur 9 bulan, takdir pahit yang harus dialami berpisah dengan Bapak kandung. Hanya ada satu kalimat yang jadi penguat hingga saat ini.

"Tuhan...Saya tidak takut"

Waktu itu saya belum paham dunia,  mungkin jika peristiwa itu dialami saat sudah dewasa maka dipastikan pemberontakan akan terjadi. Apa daya saya hanya bisa menangis tanpa kedua orang tua paham akan kode tangisan itu.

"Tuhan...Saya tidak takut"

Engkau selalu memberikan kejutan dengan hadirnya keempat bΓ pak setelah Bapak kandung. Pilihan akhirnya jatuh pada no 4, hingga saat ini saya memanggilnya Bapak Zainuddin. Nama yang serasi bersanding dengan Bunda Zainab yang sudah Tuhan jodohkan untuk mengasuh saya sejak kecil. Saya sangat mengagumi sosok Bunda Zainab atas ikhtiarnya mencarikan bapak terbaik untuk putri sulungnya. Bunda ingin saya hidup layaknya anak yang mendapat kasih sayang seutuhnya dari kedua orang tua lengkap.

"Tuhan...Saya tidak takut"

Engkau mendatangkan cobaan silih berganti. Peristiwa saat kelas 3 SD mendapat kabar tamparan petir, perih sakit dan sangat terluka. Bisa kalian bayangkan ? Bapak kandung saya menikahi seorang perawan dan mengaku perjaka sejak awal lamaran. Apa yang kalian fikirkan ?.
Iya, Bapak kandung saya menutupi identitasnya termasuk darah dagingnya sendiri karena suatu hal. Itulah alasannya tertulis nama Bapak Zainuddin di akte kelahiran saya, bukan nama Bapak kandung.

"Tuhan...Saya tidak takut"

Kisah saya berlawanan dengan dongeng "Malin Kundang", seorang anak yang tidak mengakui orang tuanya. Saya justru yang tidak diakui oleh Bapak. Saya sangat benci dulu sama Bapak, tapi saat dewasa dijelaskan alasannya akhirnya mau tidak mau harus menerima kenyataan yang sudah berlalu. Kini saya cinta damai dengan Bapak Kandung. Bagaimanapun saya butuh Bapak sebagai wali nikah nanti dan beliau adalah perantara saya terlahir ke dunia. Terima kasih Bapak Marsuki.

"Tuhan...Saya tidak takut"

Saat Engkau berikan ujian
Saat Engkau berikan musibah
Saya tau itu tanda cinta Maha Pencipta pada ciptaanNya

Mungkin dulu jika Fitri kecil tidak diuji
Tidak mungkin akan setegar saat ini
Tidak mungkin akan memiliki mimpi tinggi

Hidup adalah petualangan
Membawa banyak pengalaman
Sebelum kembali ke pangkuanNya

Wahai akhi...
Wahai ukhti...
Jangan larut bersedih hati

Kalian tidak sendiri
Ada Ilahi Robbi
Tempat berserah diri

Jangan merasa paling menderita
Bersyukurlah diuji
Karena pohon semakin tinggi pun tetap diterpa angin

Kalian mau naik kelas ?
Jangan takut melewati ujian
Salah satu proses menikmati kehidupan

Mulai saat ini jangan bersedih hati
Ikhlas pada rencana Ilahi
InsyaAllah jalan hidup selalu diterangi

"Tuhan...Saya tidak takut"
Terima kasih menjadikan saya sosok pemberani
Berani bermimpi dan wujudkan dalam aksi

Semua Hamba Tuhan berhak bahagia
Sedih sewajarnya saja
Bangkit lagi dan jangan pernah putus asa.

Sobat...mari renungkan sejenak atas nikmat Tuhan yang tidak mampu dihitung. Bahagialah saat diuji, tandaya Tuhan rindu kita mendekatkan diri. Tuhan rindu akan curhatan hambaNya, bukan curhat di media sosial. Tuhan rindu akan sujud kita yang lama, bukan main gadget yang lama. Tuhan rindu akan tilawah kita, bukan baca chat di Whatsapp. Sertakan Allah setiap melangkah, insyaAllah jalannya akan dipermudah.
La Tahzan Innallaha Ma'ana (Jangan bersedih, Sesungguhnya Allah bersama kita) 😊






Selasa, 15 Oktober 2019

Resensi Buku Menikah Sama dengan Naik Level


Judul: Menikah Sama dengan Naik    Level
Penulis: Khairil Oktaviandi
Jumlah Halaman: 96
Penerbit: Alra Media

Sinopsis:
Menikah adalah kata yang menunjukkan kebahagiaan yang diimpikan oleh kedua insan yang sedang jatuh cinta. Ternyata tidak sesempit itu definisinya. Tulisan dalam buku ini membahas tentang kehidupan bersama kedua insan antara suami dan istri dari latar belakang yang berbeda. Sebenarnya menikah itu adalah pintu masuk untuk saling belajar menghadapi kehidupan berkeluarga. Setiap harinya dijumpai pelajaran baru yang mengharuskan untuk naik level. Maksudnya menaiki tangga satu menuju tangga berikutnya dan seterusnya bersama pasangan lainnya untuk menghadapi lika-liku kehidupan. 

Tulisan buku ini membahas mulai dari curhat pengarang tentang niat awal menikah sampai kehidupan sehari-harinya. Terdapat 18 catatan tentang topik kehidupan sehari-hari untuk pasangan yang sudah menikah sebagai berikut:

  1. Suami harus romantis
  2. Istrimu tidak sedang marah
  3. Audit handphone
  4. Memang semua wanita pencemburu
  5. Menjadi sahabat
  6. Aku selalu mendengarmu wahai cinta
  7. Kuat jalani ora kuat tinggal ngaji
  8. Menikmati masa sulit bersama
  9. Panggilan romantis Vs panggilan alay 
  10. Mengungkit masa lalu
  11. Gunakan kata maaf sebagai senjata
  12. Istri butuh pengakuan dan pernyataan
  13. Berumah tangga itu tentang kita
  14. Menikah=Naik level
  15. Nikmati rasanya, hargai usahanya
  16. Selisih harga yang sangat berharga
  17. Dilarang bermain media sosial jika tidak produktif
  18. 3 fase utama pernikahan.

Masing-masing bagian catatan dibahas berdasarkan pengalaman penulis dan juga survey sehari-hari. Membuat pembaca akan mengangguk setuju dengan peristiwa-peristiwa kecil yang sering terjadi dalam pernikahan. 

Kelebihan
1. Gaya penulis menggunakan bahasa yang santai, sehingga mudah dipahami oleh semua kalangan baik yang sudah menikah bahkan yang belum.
2. Terdapat quotes mulai dari catatan 1-18.
3. Membaca buku ini menarik pembaca untuk terus membaca catatan selanjutnya karena diksi yang digunakan menyentuh perasaan.
4. Ditulis berdasarkan pengalaman dan survey penulis, ada bagian penjelasan yang lucu sehingga tidak membosankan untuk dibaca.


Kekurangan
Isi dari tulisan ini secara keseluruhan sudah baik, namun urutan catatan tiap cerita tidak urut. Penulis tidak mengurut tentang catatan pertama yaitu menikah=naik level, lalu membahas 3 fase pernikahan. Malah langsung membahas kehidupan-kehidupan kecil dalam kehidupan berkeluarga. Jadi, pembaca langsung disajikan  dengan tulisan kehidupan nyata, padahal status pembaca ada juga yang belum menikah perlu penekanan di catatan pertama tentang menikah dan fase-fasenya. 

Kamis, 10 Oktober 2019

Aktivitas Pertanian Mendatangkan Pahala dan Dosa, Kenapa ?

Foto bersama tim riset pertanian

Salam sobat seluruh tanah air, semoga sehat dan bahagia selalu 😊

Saya masih sama seperti Pipit yang kalian kenal, senang bermain ke sawah. Bersahabat dengan tanaman dan sebagai pengamat masalah tanah, hama penyakit dan ekologi pertanian. Saya terlahir dari keluarga enterpreneur, pendidik dan petani, itu adalah sebuah anugerah luar biasa yang saya dapatkan. Maka nikmat Tuhan manakah yang bisa didustakan ?.

Waktu kecil terinspirasi dari mbah, om dan tante yang berprofesi sebagai guru. Muncullah jawaban ingin menjadi dosen saat ditanya cita-cita. Memasuki SMP-SMA mulai mencintai bahasa asing, jadi berubah ingin menjadi penerjemah dan kerja di Luar Negeri. Entah kenapa seperti ada panggilan jiwa dari diri sendiri untuk mempelajari ilmu pertanian. Jadi teringat lirik lagu "Entah Apa Yang Merasukimu" . Padahal pilihan saya sangat bertentangan dengan impian ibu ingin mempunyai anak dokter. Takdir Allah melalui petunjuk istikharah, akhirnya saya yakim memutuskan untuk kuliah jurusan Agroteknologi.  

Puji syukur saya tidak tersesat di Fakultas Pertanian seperti kebanyakan teman-teman kelas lain yang hanya menjadikan tempat pelarian karena ditolak jurusan lain. Aduh sakit ya kalau hanya dijadikan tempat pelarian karena putus dari mantan πŸ™Š
Loh, skip jangan lanjut dibahas nanti ada yang baper 😁

Alasan utama saya belajar ilmu pertanian ingin memberikan sumbangsih pada negara agraris sebagai pejuang pangan. Kita semua tidak ingin kelaparan, makanya jangan meremehkan petani. Memang pakaian kerjanya tidak serapi pekerja kantoran, namun berani kotoran. Tidak memakai dasi, hanya topi sawah. Bekerja tidak mengendarai mobil, biasa mengendarai traktor saja. Peralatan kerja setianya adalah cangkul. AC di tempat kerjanya menggunakan kipas alami, yaitu desiran angin di sawah yang sepoi-sepoi. 

Saya sebagai umat muslim merasa bangga pada petani karena dalam Al-Qur'an juga sudah dijelaskan bahwa Allah menciptakan bumi ini penuh dengan kekayaan sumberdaya alam melimpah. Oleh karena itu diperintahkan untuk bercocok tanam. Ingat setiap tetesan keringat petani adalah pahala tiap butir bulir yang menjadi nasi makanan pokok kita sehari-hari. Lantas apa saja pahala di bidang pertanian  ? 
Yuk, baca satu persatu agar lebih menghargai profesi petani 😊

1. Sebagai pejuang pangan (bercocok tanam menghasilkan tanaman yang bisa dipetik buahnya, daunnya dan umbinya untuk dikonsumsi). 
2. Sebagai penyelamat bumi (jika tanah diolah dengan baik untuk pertanian, maka akan menjamin kelestariannya dalam jangka panjang sebagai warisan untuk anak cucu masa depan).
3. Ikut berperan menyumbang devisa negara. Setiap hasil komoditas yang dipanen, ada yang diekspor ke Luar Negeri. Disitulah ada peran petani di belakang layar yang melakukan proses menanam sampai panen.

Ketiga hal tersebut adalah jasanya yang InsyaAllah berpahala. Sobat millenial juga harus tau apa saja aktivitas yang menimbulkan dosa-dosa tanpa sengaja atau tidak telah dilakukan di bidang pertanian. Berikut hasil survey yang ditemukan di lapangan:
1. Menggunakan bahan kimia dalam pertanian yang dapat menimbulkan penyakit bahkan kematian. Sudah ada kasus di lapang yaitu petani yang menyemprot pestisida di sawah, lalu gas yang disemprotkan terhirup olehnya menyebabkan sesak nafas atau bahkan kematian.
Solusi: menggunakan biopestisida yang lebih ramah lingkungan.
2. Membunuh musuh alami (binatang kecil) yang memang tersedia untuk keseimbangan alam melalui pestisida. Padahal mereka sebenarnya dibiarkan saja akan lebih baik. Itu salah satu prinsip pertanian organik yaitu menyelamatkan musuh alami.
3. Menyumbang gas rumah kaca 15% yang banyak disebabkan dari pemakaian pupuk kimia, residu hasil panen, dan pupuk kotoran sapi yang mengandung metana. Oleh sebab itu, solusinya adalah menggunakan pupuk organik yang sudah dikomposkan.
4. Sewa lahan pertanian yang sudah menjadi kaprah, padahal ini dilarang dalam agama Islam. Alasannya adalah terjadi ketidak adilan. Bagi pemilik lahan hanya menyewakan saja kepada petani yang butuh, lalu lahannya dikelola menjadi lahan pertanian dan nanti bagi hasil. Seharusnya pemilik lahan sendiri mengelola lahannya. Sewa lahan terlihat jelas bahwa petani merasa dirugikan karena keuntungan sedikit daripada pemilik lahan. Padahal tenaga yang dikeluarkan lebih banyak petaninya.
Solusi: Pemilik lahan yang luas , sebaiknya memberikan langsung lahannya secara percuma kepada petani untuk digarap tanpa meminta bagi hasil.
5. Kredit pertanian yang saat ini sangat diminati petani untuk meminjam uang ke BANK. Hal ini seharusnya dihindari karena pasti ada sistem riba.
Solusi: menggunakan koperasi syariah di kelompok pertanian.
6. Menimbulkan bencana alam seperti longsor, kebakaran hutan dan lahan. Bencana tersebut akan terjadi pada teknis budidaya yang salah. Misalnya bercocok tanam tanam di lereng yang tidak dibuatkan terasering. Begitu juga pada kebakaran hutan dan lahan yang menjadi masalah tiada henti. Pembukaan Hutan Tanaman Industri di lahan gambut bisa menjadi penyebab kebakaran saat air muka tanah menurun dan mengalami kekeringan.
Solusi: Melakukan evaluasi lahan sebelum penanaman atau melakukan konservasi untuk mengurangi bencana.

Sudah ya, nanti saya dikira kontra pertanian padahal sarjana pertanian 😁
Saya menilai dari sudut pandang sebagai pengamat pertanian selama ini, bahwa masih banyak yang diaplikasikan di lapang tidak sesuai dengan ilmu pertanian yang semestinya. Jadi, saya hanya berharap sistem pertanian Indonesia lebih baik jika kita memang ingin mewujudkan visi sebagai lumbung pangan Indonesia 2045.

Wahai pemuda Indonesia !!!
Kita hidup di negara agraris bukan di negara teroris. Jangan mati kelaparan di negara sendiri, ayo beraksi jadi petani berdasi 😊

Yogyakarta, 10 Oktober 2019

Kamis, 03 Oktober 2019

Kisah Calon Menteri Pertanian Muda Indonesia

Foto : Petani jagung wisuda

"Tiap kejadian ada alasan".
"Begitu tiap pertemuan ada perkenalan".
"Kita dipertemukan dengan alasan yang sama".
"Belajar bersama untuk menggapai asa".
"Tidak menutup kemungkinan alasan kita tidak sehati, tidak masalah  seiring waktu juga akan sehati". 

Hai kalian yang jauh di mata namun dekat di hati, mungkin ada yang pernah berjumpa dengan saya di dunia nyata atau mimpi. Jangan pernah bosan berkawan dengan saya, kalian sudah tersimpan dalam memori sketsa kehidupan saya sebagai perantau sejati. Teruntuk kalian yang baru diberi kesempatan berjumpa di dunia maya, jangan khawatir kalian akan berkenalan dengan sosok wanita secerewet kicauan burung pipit.

Yuk kenalan biar makin cinta, eh sayang maksudnya seperti pepatah "Tak Kenal Maka Tak Sayang". 
Check this out 😊
πŸ‘‡
Suara adzan maghrib di Pulau ujung Timur Madura pada 22 tahun lalu pada bulan dan tanggal yang sama dengan Bapak Proklamator Indonesia (Alm. Ir. Soekarno) yakni 6 Juni 1997, menjadi sejarah lahirnya seorang bayi perempuan ke dunia yang fanah ini. Saya sebagai makhluk-NYA tidak bisa memilih akan dilahirkan dari rahim siapa dan di tempat mana. Percaya bahwa Allah sudah memberikan yang terbaik sejak kita dilahirkan sebagai khalifah di muka bumi ini. Tidak perlu iri hati, bersyukurlah dengan apa yang dimiliki saat ini.

Lalu orang tua memberikan nama yang indah "Lailatul Qomariyah". Berharap menjadi penerang dalam kegelapan seperti bulan di malam hari. Semakin hari tumbuh menjadi anak perempuan mungil, namun belum bisa berbicara hingga umur hampir 3 tahun.  Berkomunikasi dengan orang tua melalui bahasa isyarat. Kenapa nama sekarang berbeda dengan nama kecil ?. Beginilah cerita dari ibu, waktu keluarga besar ziarah ke Makam Sunan Ampel disitulah Kakek saya tidur setelah mengaji dan bermimpi kedatangan seorang kakek berjubah putih yang memberi nama pengganti "Fitriya Kulsum" hingga saat ini. Nama adalah doa, berharap sebaik putri Rasulullah "Ummi Kultsum".

Qadarullah, saya punya sejarah mengeluarkan bunyi dari pita suara pertama kali yaitu di samudera saat menyebrang pulang menuju Pulau Sapudi. Memang benar semua makhluk-NYA akan menjalankan fasenya sesuai takdir-NYA. Mungkin saya terlambat dari segi perkembangan audionya, namun siapa sangka sekarang saya tumbuh menjadi gadis yang hobi bicara, story telling apalagi curhat.

Kini saya sudah sampai di fase umur kepala 2 angka kembar (22), layaknya remaja lainnya yang suka baper dalam hal percintaan. Astaghfirullah, seharusnya pemuda itu berperan dalam peradaban. Kalian yang kenal saya pasti tau saat saya jatuh bangun membina cinta, namun semangat saya tidak pernah pudar mewujudkan cita-cita. Biarkan cinta mundur, asal cita-cita tidak terkubur. Lantas apa peran saya sebagai pemuda peradaban ?. Saya memilih jalan untuk menimba ilmu setinggi-tingginya karena diri ini haus atau fakir ilmu. Saya perantau sejati sejak SMA hingga kuliah. Langkah kakiku mengantarkan ke Daerah Istimewa Yogyakarta untuk melanjutkan perjalanan menggapai asa.

Orang di luar sana memandang rendah jurusanku, padahal mereka butuh pangan. Mereka tidak boleh melupakan jasa sarjana pertanian. Jurusan saya memang tidak seperti kedokteran, namun percayalah profesi kami juga sebagai dokter tapi dokter tanaman. Meski dipandang sebelah mata, tetap tidak mengubah tekadku sebagai pejuang pangan. Kini saya melanjutkan lagi pendidikan sebagai "Soil Scientist". Ingat saya ingin menjadi ilmuan tanah Indonesia bukan tukang gali kubur. Lirik lagu "Tanah Kita Tanah Surga" menjadi motivasi memilih master ilmu tanah. Bisa ditebak aktivitas saya sehari-hari sebagai mahasiswa pascasarjana yang belajar tanah mulai dari proses terbentuknya hingga manfaatnya dalam dunia pertanian secara ilmiah.

Negara Arab boleh bangga mempunya menteri kepemudaan yang masih berumur 22, begitu juga Malaysia yang mempunya menteri muda berumur 25 tahun. Lantas kenapa Indonesia tidak bisa ?. Fitriya Kulsum siap menjadi menteri pertanian di usia muda sebelum berumur 40 tahun. Menteri Pertanian memiliki visi yakni "Menjadikan Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia 2045". Saya ingin mengambil posisi sebagai stake holder agar bisa berperan dan berkontribusi untuk pangan Indonesia dan dunia. Saya sadar sebagai mahasiswa yang kadang sok idealisme, sering mengkritik program kerja pemerintah. Jika saya tidak merasakan posisi mereka, maka saya hanya bisa mengkritik tanpa beraksi nyata. Saya akan terus menggibah pemerintah tanpa melakukan suatu perubahan. Ingat bahwa negara tidak butuh pemuda yang berhasil mengkritisi namun gagal dalam beraksi. 

Selama menjadi mahasiswa saya juga pernah turun ke jalan memperjuangkan kebenaran, jadi tidak hanya sekedar kuliah karena saya sadar kuliah menggunakan beasiswa. Jadi ada uang rakyat sebagai amanah yang mengalir dalam jiwa saya untuk menjadi agen perubahan dan pejuang peradaban. Ada kegiatan di luar kuliah yang saya ikuti baik UKM, komunitas sosial, dan mengikuti acara "Himpunan Mahasiswa Pascasarjana" saat ini. Masih juga disibukkan dengan komunitas blog pendidikan online dan wirausaha kecil-kecilan.

Saya sebagai mahasiswa yang selalu ingin menuangkan aspirasinya melalui karya tulisan, ada beberapa lomba sepersi essay, Karya Tulis Ilmiah, proposal business plaa atau membuat teks pidato yang pernah saya juarai. Alasannya hanya ingin menginspirasi melalui cara saya sendiri. Itulah alasannya saya bergabung dengan "Kelas Menulis Oktober". Saya ingin berkumpul dengan orang yang satu visi agar tercipta karya yang menginspirasi.

Harapan saya ketika mengikuti "KMO (Kelas Menulis Oktober)", selalu istiqomah menulis tiap hari dan menghasilkan karya buku kedua saya bersama keluarga KMO yang lainnya. Buku antolologi pertama saya dengan komunitas Shalaazz adalah berjudul "Lensa Pendidikan Abad 21". Jadi tidak sabar ingin berkolaborasi menghasilkan karya baru bersama keluarga KMO.

Biar jadi motivasi kita semua untuk terus menulis, ingatlah nasehat penulis inspiratif Pramoedya Ananta Toer "Orang boleh pandai setinggi langit, namun selama dia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Cukup sekian ya perkenalan singkat dari Gadis Sanguinis yang Ekstrovert, untuk kenal lebih lanjut bisa follow IG @fitriya_kulsum 😊

Yogyakarta, 4 Oktober 2019