Sumber: Google
Pagi hari buta bangun dengan semangat
Membawa alat perang cangkul dan topi ke sawah
Bekerja merawat hasil bumi agar bermanfaat
Bekerja dengan ikhlas dan lillah
Disebutnya petani
Profesi mulia yang tak kalah dengan pejuang kemerdekaan
Dialah pahlawan pangan pengisi kemerdekaan
Tak ingin adanya kelaparan
Mungkin sebagian orang merendahkan profesinya
Namun dia tetap menekuninya
Bahkan bisa membuktikan pada cibiran netizen
Bahwa petani juga mampu hidup sejahtera dengan hasil panen
Meski faktanya petani di Indonesia belum sejahtera sepenuhnya
Namun mereka tak pernah meninggalkan profesinya
Begitu setia pada pilihan hidupnya
Tidak seperti pasangan yang selingkuh dimana-mana
Wisatanya bukan ke Kota Padang tapi Ladang
Temannya bukan Batman tapi Tanaman
Musuhnya bukan Haters tapi Hama
Musim yang ditunggu bukan Salju tapi Panen
Hidupnya begitu sederhana
Tapi tak pernah terlihat merana
Meski hidup tidak mewah
Keluarganya bahagia bersama di sawah
Aku iri melihat mereka bercumbu ria
Saat makan nasi dari padinya
Terlihat rasa syukur nikmat di wajahnya
Tertampar diri ini yang kurang bersyukur
Teringat seorang petani inspirasi
Surono Danu penemu bibit unggul padi sertani
Separuh hidupnya untuk meneliti padi
Kokoh mempertahankan temuannya untuk negerinya sendiri walau akan dibeli oleh warga asing
Petani abdimu terus mengalir
Profesimu adalah amal jariyah
Mengalir terus amal kebaikan dari setiap benih yang kau tanam dan rawat
Hingga menjadi sebuah hidangan di meja makan
Hancurlah dunia jika tidak ada petani
Tidak ada lagi yang merawat hasil bumi
Makanya kuingin menjadi petani berdasi
Agar petani tidak dipandang hina lagi
#Challange10harimenulis
#komunitasmenulis

Tidak ada komentar:
Posting Komentar