Minggu, 26 Januari 2020

Filosofi Jagung

Sumber: Google

Panjang berbiji kuning  tertutup kulit 
Berasal dari Negara Meksiko
Menjadi bahan makanan pokok kedua di Indonesia setelah padi
Itulah jagung

Diriku penyuka jagung
Jadi makanan pokok waktu kecil
Jadi topik praktik kerja lapang waktu kuliah
Jadi topik kajian penelitian untuk skripsi

Selain jagung pangan ada juga untuk pakan
Terdapat juga jagung manis
Ibarat barang yang beragam 
Harus digunakan sesuai kebutuhan 

Ada penikmat jagung bakar atau barbeque 
Ada penikmat jagung susu keju
Ada penikmat nasi jagung 
Jadilah seperti jagung yang disukai banyak orang 

Penyerbukannya menyilang dibantu angin
Sama halnya manusia bisa berinteraksi satu sama lain melalui perantara 
Membuktikan hidup di muka bumi tidak sendiri
Hilangkan rasa ego yang mengakar di hati

Varietasnya menggunakan nama wayang
Ada arjuna, bima, nakula dan sadewa
Namanya menunjukkan sifat pendekar
Sekokoh batangnya dan sekuat akarnya

Risetku tentang varietas jagung yang berpotensi tongkol dua
Hasilnya diperoleh dalam satu pohon bisa bertongkol dua, tetapi besarnya tidak seragam
Menunjukkan bahwa sifat manusia itu seragam meski satu darah atau terlahir kembar pun
Kita terlahir punya potensi yang berbeda untuk berkolaborasi berkarya

Agribisnis jagung pun masih menjadi polemik
Banyak sekali permainan politik
Masalah data impor dan ekspor
Tentang siapa yang mengeksplor

Dosen pengujiku bertanya ini salah siapa
Lantas kujawab salah regulasi
Memang regulasi yang tidak diterapkan baik
Akan berdampak buruk pada semua sektor

Kuingin kabar jagungku baik-baik saja
Peternak tidak menderita karena harga kemahalan
Rakyat sadar akan diversifikasi pangan
Tidak hanya dijadikan pilihan kedua setelah padi.

#10harimenulis
#ChallangeMenulis





Tidak ada komentar:

Posting Komentar