Jumat, 25 Oktober 2019

7 Habits Orang Selamat Dunia Akhirat


Hai sahabat dunia maya 😊
Pipit lagi ada challange menulis tanpa henti selama 7 hari. Saya akan bahas 7 habits (kebiasaan) sukses dunia akhirat.

Habit adalah kegiatan yang dilakukan berulang-ulang tanpa kita sadari dalam kehidupan sehari-hari. Kita adalah cerminan habit yang dilakukan. Misalnya kita terbiasa bangun pagi lalu melanjutkan aktivitas, itu akan terus berulang-ulang dikerjakan. Begitu sebaliknya jika malas bangun pagi, akan terbiasa malas terus.

Gambaran habit seperti spiral yang bisa menciut ke dalam atau semakin melebar. Jadi, tidak perlu khawatir akan kebiasaan buruk karena bisa dirubah menjadi lwbih baik. Bagaimana caranya ?
Ust. Felix Siauw  dalam tulisannya pernah membahas tentang proses habit yaitu dimuai dari Learn (Belajar)-Commit (Berkomitmen)-Practice (Latihan)-Repeat (Mengulang). Misalnya, kita ingin membiasakan untuk ke kampus tepat waktu. Jadi, langkah awal mempelajari tips-tips atau pengalaman dari orang lain. Setelah tau ilmunya, belajar untuk memulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus berkomitmen untuk melaksanakannya, ada sanksi bila melanggar dam mendapat reward apabila menaati. Komitmen itu harus dilatih terus-menerus, tidak cukup hanya sekali atau dua kali dan harus berulang agar menjadi kebiasaan yang terus melekat selamanya.

Langsung saja ya saya akan bahasa satu-persatu tentang 7 Habits Orang Sukses Dunia Akhirat. Semua orang pasti menginginkan hal itu. Jika hanya sukses dunia, maka hidup seperti orang buta. Makanya harus sukses akhirat juga agar hidup selamat. Mulai bangun 7 habits berikut ini:

1. Rajin beribadah (Wajib dan Sunnah)
    Malas bukan ciri orang sukses, perlu diingat bahwa kita diberikan bentuk tubuh yang sempurna. Memiliki kaki untuk berjalan, tangan untuk mengerjakan sesuatu dan lainnya. Lantas apa yang menjadi alasan hanya berdiam diri ?.
      Jika kita malas, coba periksa lingkungan sekitar. Mungkin kita salah bergaul atau salah niat dan lainnya. Carilah teman yang mengingatkan ibadah bukan mengajak kemaksiatan. Kalau teman kalian banyak yang lebih suka ke club malam daripada hadir ke kajian, jadi bisa dipastikan akan terjerumus juga pada dunia gelapnya. Berbeda dengan dekat orang alim, hidup akan lebih tenang karena ada alarm ibadah.
     Mulai rajin ibadah kewajiban karena itu tidak bisa dikorupsi. Semakin terbiasa mengerjakan kewajiban, makan akan timbul rasa ingin meningkatkan amalan ibadah. Jangan menyiakan keistimewaan dari berbagai ibadah sunnah. Jika ibadah wajib dan sunnah rutin dikerjakan ikhlas karena Allah, InsyaAllah keselamatan dan surga menanti.

2. Menyeimbangkan ilmu pengetahuan dunia dan agama.
     Ingat pepatah arab mengatakan "Hidup tanpa ilmu pengetahuan seperti orang pincang, dan hidup tanpa ilmu agama seperti orang buta". Jika kita hanya sibuk mengejar dunia, maka akan selamanya begitu karena dunia semakin dikejar akan semakin menjauh sehingga tidak ada kata pernah puas, berbeda dengan akhirat yang semakin dikejar akan semakin mendekat. Namun, jangan pernah melupakan ilmu pengetahuan sebagai bekal hidup di dunia agar tidak menjadi orang yang diperbodoh oleh orang lain.
       Hal ini terjadi pada diri saya sendiri yang sejak kecil hingga saat ini banyak menimba ilmu pengetahuan, namun kurang menimba ilmu agama. Namun, saya tidak tinggal diam dan memilih untuk belajar ilmu agama dari luar sekolah. Misalnya ikut organisasi Pelajar Islam Indonesia dan lainnya. Ilmu itu bisa diperoleh dimana saja dan dari siapa saja. Kita saja yang harus peka untuk mendapat ilmu tersebut dan mengamalkannya. Percuma kalau sudah punya ilmunya, namun tidak diamalkan. Sama saja dinilai sebagai orang munafik seperti itu.

3. Bersyukur
   Kebiasaan ini yang paling sering dilupakan oleh manusia. Nikmat sekecil apapun wajib untuk disyukuri, bukan berarti hanya berupa materi. Sehat dan dikelilingi orang-orang terbaik adalah nikmat yang tidak terhingga. Ingat firman Allah "Bersyukurlah kalian, maka aku akan menambah nikmatnya". Bisa dibayangkan bahwa Allah sangat mencintai hambaNya yang bersyukur. Bahkan saat diberi ujian pun harus bersyukur, tandanya Tuhan menyelamatkan kita dari hal buruk yang mungkin akan terjadi di depan tanpa kita sadari.
         Ujian malah dapat meningkatkan level iman. Coba renungkan saat apa kita shalat lebih khusuk bahkan berdoa sambil menangis ?. Iya, saat kita bersedih dan memohon bantuan kepada Tuhan. Berbeda saat kita senang, ibadah dilakukan hanya sebagai penggugur kewajiban. Astaghfirullah, sering tidak khusuk melaksanakannya. Oleh karena itu, tetaplah bersyukur dalam kondisi apapun.

4. Berbagi/Sedekah
    Ingat ya sobat, sedekah tidak hanya tentang materi. Begitu sederhananya sedekah, bahkan senyum termasuk sedekah. Jadi, mulai sekarang memperbanyak senyum ya. Asal tidak kebanyakan tersenyum sendiri seperti pemuda lagi kasmaran, lebih tepatnya gangguan syaraf sih. Hehehe
        Kalian tidak perlu khawatir uangnya akan habis jika disedekahkan. Ingat itu hanya titipan sementara dari Ilahi yang tidak akan dibawa mati. Ustad Yusuf Mansyur mengutarakan rumus sedekah adalah penjumlahan berkali lipat, jadi semakin banyak maka semakin banyak pula hasilnya. Kelipatan tersebut memang tidak dibalas di dunia, namun sebagai bekal di akhirat nanti. Bahkan ada yang dibalas di dunia dengan cara lain tanpa kita sadari. MasyaAllah, sungguh indah balasan Tuhan pada hambaNya yang taat.
      Saya masih menjadi mahasiswi dan belum memiliki penghasilan tetap, cara bersedekah menggunakan hal lain. Misal menjadi narasumber sesuai dengan bidang ilmu di sebuah komunitas. Berbagi tulisan motivasi atau berdasarkan pengalaman di media sosial. Itu sudah termasuk sedekah, meskipun saya tidak tau perkataan motivasi atau tulisan mana yang menginspirasi orang lain. Niatkan lillah maka hidup akan terarah InsyaAllah.

5. Membaca dan Menulis
    Iqro' adalah kalam Allah yang diperintahkan pertama oleh Allah melalui perantara Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW. Begitu pentingnya membaca sehingga ditekankan untuk dilaksanakan, bagaimana kita bisa  tau tanpa membaca. Membaca adalah pintu gerbang pengetahuan atau sumbernya adalah jendela dunia bahkan akhirat. Setelah membaca sudah sepantasnya kita menulis atas hasil yang kita baca agar tidak mengendap dan bisa diketahui oleh banyak orang. Meskipun kita sudah tiada di dunia, tidak dikenang menjadi orang yang baik namun ada tulisan kita yang akan terkenang terus menjadi amal jariyah dari tiap tulisan yang bermanfaat.

6. Bertani, Beternak dan Berdagang
    Kenapa pilih ketiga profesi tersebut ? "Ah...kampungan", mungkin itu penilaian orang lain. Justru yang kampungan menjadi idaman. Mari kita melihat kembali sejarah kehidupan Rasulullah. Sejak kecil beliau mengembala ternak dan bertani mencari pakan untuk ternaknya. Saat tumbuh dewasa, ikut pamannya ke Negeri Syam untuk berdagang. Sudah jelas firman Allah dalam Al-Quran bahwa diciptakan tanah agar muncul air dan tumbuh tanaman di atasnya.
       Coba saja bayangkan jika bertani, kita tidak akan kelaparan dan kebutuhan pokok makanan sehari-hari hanya tinggal memanen sendiri. Begitu juga denga beternak, kehidupan protein tercukupi. Bahkan kebutuhan tersier lainnya bisa didapatkan dari keuntungan berdagang. Perlu diingat juga bahwa berdagang adalah 9 dari 10 pintu rezeki.

7. Menjadi pemimpin
    Kenapa takut menjadi pemimpin ? Apalagi pemuda adalah tonggak perubahan bangsa, di pundak pemudalah nasib bangsa ini. Berani memimpin agar dunia menguasai dunia menjadi lebih baik dan semakin memperluas amalan ibadah untuk kehidupan akhirat. Memang menjadi pemimpin banyak godaan , namun jika terbiasa menjadi pemimpin dari skala kecil hingga besar akan terlatih menjadi sosok pemimpian yang ideal.

Demikian 7 habits orang sukses dunia akhirat. Jika 7 habits itu dimiliki maka 7  keajaiban dunia dan 7 pintu surga pun akan terbuka lebar. Ubah negatif mindset menjadi positif habits.
Salam Sukses 😊
Yogyakarta, 26 Oktober 2019

 

Sabtu, 19 Oktober 2019

Tuhan...Saya Tidak Takut



Detak jantung terus berbunyi seiring dengan hitungan denyut nadi. Begitulah kehidupan yang terus berjalan mulai dari detik demi detik, berganti menit, jam, hari, minggu, bulan bahkan tahun. Berbeda halnya dengan kuasa Tuhan yang tidak membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mewujudkan kehendakNya, cukup mengatakan "Kun Fayakun" maka jadilah. Semua ciptaannya berguna tanpa terkecuali apalagi manusia.

Tuhan telah menitipkan sebuah roh di dalam rahim Bunda Zainab sekitar 22 tahun lalu. Kini gadis itu tumbuh dewasa bernama "Fitriya Kulsum". Sebenarnya arti namanya penuh misteri sampai saat ini, dicari dalam Al-Qur'an tidak menemukan tulisan arab "Kulsum". Hal yang diketahui adalah nama seorang putri Rasulullah yang wafat mendahului ayahandanya. Berharap mewarisi kepribadian baik seperti Ummi Kultsum yang terus melekat pada dirinya.

Kalian tau siapa gadis tersebut ?
Apakah kembaran saya ?
Jelas bukan, dia adalah saya sendiri.
Mungkin orang bosan mendengar kisah hidup saya, tapi saya tidak pernah bosan untuk menceritakan. Selama ini orang yang mengenal saya hanya tau sepenggal kisah saja.

Saya sudah menjalani lika-liku kehidupan sejak bayi, bagaimana bisa ?.
Kisah ini berawal sejak saya berumur 9 bulan, takdir pahit yang harus dialami berpisah dengan Bapak kandung. Hanya ada satu kalimat yang jadi penguat hingga saat ini.

"Tuhan...Saya tidak takut"

Waktu itu saya belum paham dunia,  mungkin jika peristiwa itu dialami saat sudah dewasa maka dipastikan pemberontakan akan terjadi. Apa daya saya hanya bisa menangis tanpa kedua orang tua paham akan kode tangisan itu.

"Tuhan...Saya tidak takut"

Engkau selalu memberikan kejutan dengan hadirnya keempat bàpak setelah Bapak kandung. Pilihan akhirnya jatuh pada no 4, hingga saat ini saya memanggilnya Bapak Zainuddin. Nama yang serasi bersanding dengan Bunda Zainab yang sudah Tuhan jodohkan untuk mengasuh saya sejak kecil. Saya sangat mengagumi sosok Bunda Zainab atas ikhtiarnya mencarikan bapak terbaik untuk putri sulungnya. Bunda ingin saya hidup layaknya anak yang mendapat kasih sayang seutuhnya dari kedua orang tua lengkap.

"Tuhan...Saya tidak takut"

Engkau mendatangkan cobaan silih berganti. Peristiwa saat kelas 3 SD mendapat kabar tamparan petir, perih sakit dan sangat terluka. Bisa kalian bayangkan ? Bapak kandung saya menikahi seorang perawan dan mengaku perjaka sejak awal lamaran. Apa yang kalian fikirkan ?.
Iya, Bapak kandung saya menutupi identitasnya termasuk darah dagingnya sendiri karena suatu hal. Itulah alasannya tertulis nama Bapak Zainuddin di akte kelahiran saya, bukan nama Bapak kandung.

"Tuhan...Saya tidak takut"

Kisah saya berlawanan dengan dongeng "Malin Kundang", seorang anak yang tidak mengakui orang tuanya. Saya justru yang tidak diakui oleh Bapak. Saya sangat benci dulu sama Bapak, tapi saat dewasa dijelaskan alasannya akhirnya mau tidak mau harus menerima kenyataan yang sudah berlalu. Kini saya cinta damai dengan Bapak Kandung. Bagaimanapun saya butuh Bapak sebagai wali nikah nanti dan beliau adalah perantara saya terlahir ke dunia. Terima kasih Bapak Marsuki.

"Tuhan...Saya tidak takut"

Saat Engkau berikan ujian
Saat Engkau berikan musibah
Saya tau itu tanda cinta Maha Pencipta pada ciptaanNya

Mungkin dulu jika Fitri kecil tidak diuji
Tidak mungkin akan setegar saat ini
Tidak mungkin akan memiliki mimpi tinggi

Hidup adalah petualangan
Membawa banyak pengalaman
Sebelum kembali ke pangkuanNya

Wahai akhi...
Wahai ukhti...
Jangan larut bersedih hati

Kalian tidak sendiri
Ada Ilahi Robbi
Tempat berserah diri

Jangan merasa paling menderita
Bersyukurlah diuji
Karena pohon semakin tinggi pun tetap diterpa angin

Kalian mau naik kelas ?
Jangan takut melewati ujian
Salah satu proses menikmati kehidupan

Mulai saat ini jangan bersedih hati
Ikhlas pada rencana Ilahi
InsyaAllah jalan hidup selalu diterangi

"Tuhan...Saya tidak takut"
Terima kasih menjadikan saya sosok pemberani
Berani bermimpi dan wujudkan dalam aksi

Semua Hamba Tuhan berhak bahagia
Sedih sewajarnya saja
Bangkit lagi dan jangan pernah putus asa.

Sobat...mari renungkan sejenak atas nikmat Tuhan yang tidak mampu dihitung. Bahagialah saat diuji, tandaya Tuhan rindu kita mendekatkan diri. Tuhan rindu akan curhatan hambaNya, bukan curhat di media sosial. Tuhan rindu akan sujud kita yang lama, bukan main gadget yang lama. Tuhan rindu akan tilawah kita, bukan baca chat di Whatsapp. Sertakan Allah setiap melangkah, insyaAllah jalannya akan dipermudah.
La Tahzan Innallaha Ma'ana (Jangan bersedih, Sesungguhnya Allah bersama kita) 😊






Selasa, 15 Oktober 2019

Resensi Buku Menikah Sama dengan Naik Level


Judul: Menikah Sama dengan Naik    Level
Penulis: Khairil Oktaviandi
Jumlah Halaman: 96
Penerbit: Alra Media

Sinopsis:
Menikah adalah kata yang menunjukkan kebahagiaan yang diimpikan oleh kedua insan yang sedang jatuh cinta. Ternyata tidak sesempit itu definisinya. Tulisan dalam buku ini membahas tentang kehidupan bersama kedua insan antara suami dan istri dari latar belakang yang berbeda. Sebenarnya menikah itu adalah pintu masuk untuk saling belajar menghadapi kehidupan berkeluarga. Setiap harinya dijumpai pelajaran baru yang mengharuskan untuk naik level. Maksudnya menaiki tangga satu menuju tangga berikutnya dan seterusnya bersama pasangan lainnya untuk menghadapi lika-liku kehidupan. 

Tulisan buku ini membahas mulai dari curhat pengarang tentang niat awal menikah sampai kehidupan sehari-harinya. Terdapat 18 catatan tentang topik kehidupan sehari-hari untuk pasangan yang sudah menikah sebagai berikut:

  1. Suami harus romantis
  2. Istrimu tidak sedang marah
  3. Audit handphone
  4. Memang semua wanita pencemburu
  5. Menjadi sahabat
  6. Aku selalu mendengarmu wahai cinta
  7. Kuat jalani ora kuat tinggal ngaji
  8. Menikmati masa sulit bersama
  9. Panggilan romantis Vs panggilan alay 
  10. Mengungkit masa lalu
  11. Gunakan kata maaf sebagai senjata
  12. Istri butuh pengakuan dan pernyataan
  13. Berumah tangga itu tentang kita
  14. Menikah=Naik level
  15. Nikmati rasanya, hargai usahanya
  16. Selisih harga yang sangat berharga
  17. Dilarang bermain media sosial jika tidak produktif
  18. 3 fase utama pernikahan.

Masing-masing bagian catatan dibahas berdasarkan pengalaman penulis dan juga survey sehari-hari. Membuat pembaca akan mengangguk setuju dengan peristiwa-peristiwa kecil yang sering terjadi dalam pernikahan. 

Kelebihan
1. Gaya penulis menggunakan bahasa yang santai, sehingga mudah dipahami oleh semua kalangan baik yang sudah menikah bahkan yang belum.
2. Terdapat quotes mulai dari catatan 1-18.
3. Membaca buku ini menarik pembaca untuk terus membaca catatan selanjutnya karena diksi yang digunakan menyentuh perasaan.
4. Ditulis berdasarkan pengalaman dan survey penulis, ada bagian penjelasan yang lucu sehingga tidak membosankan untuk dibaca.


Kekurangan
Isi dari tulisan ini secara keseluruhan sudah baik, namun urutan catatan tiap cerita tidak urut. Penulis tidak mengurut tentang catatan pertama yaitu menikah=naik level, lalu membahas 3 fase pernikahan. Malah langsung membahas kehidupan-kehidupan kecil dalam kehidupan berkeluarga. Jadi, pembaca langsung disajikan  dengan tulisan kehidupan nyata, padahal status pembaca ada juga yang belum menikah perlu penekanan di catatan pertama tentang menikah dan fase-fasenya. 

Kamis, 10 Oktober 2019

Aktivitas Pertanian Mendatangkan Pahala dan Dosa, Kenapa ?

Foto bersama tim riset pertanian

Salam sobat seluruh tanah air, semoga sehat dan bahagia selalu 😊

Saya masih sama seperti Pipit yang kalian kenal, senang bermain ke sawah. Bersahabat dengan tanaman dan sebagai pengamat masalah tanah, hama penyakit dan ekologi pertanian. Saya terlahir dari keluarga enterpreneur, pendidik dan petani, itu adalah sebuah anugerah luar biasa yang saya dapatkan. Maka nikmat Tuhan manakah yang bisa didustakan ?.

Waktu kecil terinspirasi dari mbah, om dan tante yang berprofesi sebagai guru. Muncullah jawaban ingin menjadi dosen saat ditanya cita-cita. Memasuki SMP-SMA mulai mencintai bahasa asing, jadi berubah ingin menjadi penerjemah dan kerja di Luar Negeri. Entah kenapa seperti ada panggilan jiwa dari diri sendiri untuk mempelajari ilmu pertanian. Jadi teringat lirik lagu "Entah Apa Yang Merasukimu" . Padahal pilihan saya sangat bertentangan dengan impian ibu ingin mempunyai anak dokter. Takdir Allah melalui petunjuk istikharah, akhirnya saya yakim memutuskan untuk kuliah jurusan Agroteknologi.  

Puji syukur saya tidak tersesat di Fakultas Pertanian seperti kebanyakan teman-teman kelas lain yang hanya menjadikan tempat pelarian karena ditolak jurusan lain. Aduh sakit ya kalau hanya dijadikan tempat pelarian karena putus dari mantan 🙊
Loh, skip jangan lanjut dibahas nanti ada yang baper 😁

Alasan utama saya belajar ilmu pertanian ingin memberikan sumbangsih pada negara agraris sebagai pejuang pangan. Kita semua tidak ingin kelaparan, makanya jangan meremehkan petani. Memang pakaian kerjanya tidak serapi pekerja kantoran, namun berani kotoran. Tidak memakai dasi, hanya topi sawah. Bekerja tidak mengendarai mobil, biasa mengendarai traktor saja. Peralatan kerja setianya adalah cangkul. AC di tempat kerjanya menggunakan kipas alami, yaitu desiran angin di sawah yang sepoi-sepoi. 

Saya sebagai umat muslim merasa bangga pada petani karena dalam Al-Qur'an juga sudah dijelaskan bahwa Allah menciptakan bumi ini penuh dengan kekayaan sumberdaya alam melimpah. Oleh karena itu diperintahkan untuk bercocok tanam. Ingat setiap tetesan keringat petani adalah pahala tiap butir bulir yang menjadi nasi makanan pokok kita sehari-hari. Lantas apa saja pahala di bidang pertanian  ? 
Yuk, baca satu persatu agar lebih menghargai profesi petani 😊

1. Sebagai pejuang pangan (bercocok tanam menghasilkan tanaman yang bisa dipetik buahnya, daunnya dan umbinya untuk dikonsumsi). 
2. Sebagai penyelamat bumi (jika tanah diolah dengan baik untuk pertanian, maka akan menjamin kelestariannya dalam jangka panjang sebagai warisan untuk anak cucu masa depan).
3. Ikut berperan menyumbang devisa negara. Setiap hasil komoditas yang dipanen, ada yang diekspor ke Luar Negeri. Disitulah ada peran petani di belakang layar yang melakukan proses menanam sampai panen.

Ketiga hal tersebut adalah jasanya yang InsyaAllah berpahala. Sobat millenial juga harus tau apa saja aktivitas yang menimbulkan dosa-dosa tanpa sengaja atau tidak telah dilakukan di bidang pertanian. Berikut hasil survey yang ditemukan di lapangan:
1. Menggunakan bahan kimia dalam pertanian yang dapat menimbulkan penyakit bahkan kematian. Sudah ada kasus di lapang yaitu petani yang menyemprot pestisida di sawah, lalu gas yang disemprotkan terhirup olehnya menyebabkan sesak nafas atau bahkan kematian.
Solusi: menggunakan biopestisida yang lebih ramah lingkungan.
2. Membunuh musuh alami (binatang kecil) yang memang tersedia untuk keseimbangan alam melalui pestisida. Padahal mereka sebenarnya dibiarkan saja akan lebih baik. Itu salah satu prinsip pertanian organik yaitu menyelamatkan musuh alami.
3. Menyumbang gas rumah kaca 15% yang banyak disebabkan dari pemakaian pupuk kimia, residu hasil panen, dan pupuk kotoran sapi yang mengandung metana. Oleh sebab itu, solusinya adalah menggunakan pupuk organik yang sudah dikomposkan.
4. Sewa lahan pertanian yang sudah menjadi kaprah, padahal ini dilarang dalam agama Islam. Alasannya adalah terjadi ketidak adilan. Bagi pemilik lahan hanya menyewakan saja kepada petani yang butuh, lalu lahannya dikelola menjadi lahan pertanian dan nanti bagi hasil. Seharusnya pemilik lahan sendiri mengelola lahannya. Sewa lahan terlihat jelas bahwa petani merasa dirugikan karena keuntungan sedikit daripada pemilik lahan. Padahal tenaga yang dikeluarkan lebih banyak petaninya.
Solusi: Pemilik lahan yang luas , sebaiknya memberikan langsung lahannya secara percuma kepada petani untuk digarap tanpa meminta bagi hasil.
5. Kredit pertanian yang saat ini sangat diminati petani untuk meminjam uang ke BANK. Hal ini seharusnya dihindari karena pasti ada sistem riba.
Solusi: menggunakan koperasi syariah di kelompok pertanian.
6. Menimbulkan bencana alam seperti longsor, kebakaran hutan dan lahan. Bencana tersebut akan terjadi pada teknis budidaya yang salah. Misalnya bercocok tanam tanam di lereng yang tidak dibuatkan terasering. Begitu juga pada kebakaran hutan dan lahan yang menjadi masalah tiada henti. Pembukaan Hutan Tanaman Industri di lahan gambut bisa menjadi penyebab kebakaran saat air muka tanah menurun dan mengalami kekeringan.
Solusi: Melakukan evaluasi lahan sebelum penanaman atau melakukan konservasi untuk mengurangi bencana.

Sudah ya, nanti saya dikira kontra pertanian padahal sarjana pertanian 😁
Saya menilai dari sudut pandang sebagai pengamat pertanian selama ini, bahwa masih banyak yang diaplikasikan di lapang tidak sesuai dengan ilmu pertanian yang semestinya. Jadi, saya hanya berharap sistem pertanian Indonesia lebih baik jika kita memang ingin mewujudkan visi sebagai lumbung pangan Indonesia 2045.

Wahai pemuda Indonesia !!!
Kita hidup di negara agraris bukan di negara teroris. Jangan mati kelaparan di negara sendiri, ayo beraksi jadi petani berdasi 😊

Yogyakarta, 10 Oktober 2019

Kamis, 03 Oktober 2019

Kisah Calon Menteri Pertanian Muda Indonesia

Foto : Petani jagung wisuda

"Tiap kejadian ada alasan".
"Begitu tiap pertemuan ada perkenalan".
"Kita dipertemukan dengan alasan yang sama".
"Belajar bersama untuk menggapai asa".
"Tidak menutup kemungkinan alasan kita tidak sehati, tidak masalah  seiring waktu juga akan sehati". 

Hai kalian yang jauh di mata namun dekat di hati, mungkin ada yang pernah berjumpa dengan saya di dunia nyata atau mimpi. Jangan pernah bosan berkawan dengan saya, kalian sudah tersimpan dalam memori sketsa kehidupan saya sebagai perantau sejati. Teruntuk kalian yang baru diberi kesempatan berjumpa di dunia maya, jangan khawatir kalian akan berkenalan dengan sosok wanita secerewet kicauan burung pipit.

Yuk kenalan biar makin cinta, eh sayang maksudnya seperti pepatah "Tak Kenal Maka Tak Sayang". 
Check this out 😊
👇
Suara adzan maghrib di Pulau ujung Timur Madura pada 22 tahun lalu pada bulan dan tanggal yang sama dengan Bapak Proklamator Indonesia (Alm. Ir. Soekarno) yakni 6 Juni 1997, menjadi sejarah lahirnya seorang bayi perempuan ke dunia yang fanah ini. Saya sebagai makhluk-NYA tidak bisa memilih akan dilahirkan dari rahim siapa dan di tempat mana. Percaya bahwa Allah sudah memberikan yang terbaik sejak kita dilahirkan sebagai khalifah di muka bumi ini. Tidak perlu iri hati, bersyukurlah dengan apa yang dimiliki saat ini.

Lalu orang tua memberikan nama yang indah "Lailatul Qomariyah". Berharap menjadi penerang dalam kegelapan seperti bulan di malam hari. Semakin hari tumbuh menjadi anak perempuan mungil, namun belum bisa berbicara hingga umur hampir 3 tahun.  Berkomunikasi dengan orang tua melalui bahasa isyarat. Kenapa nama sekarang berbeda dengan nama kecil ?. Beginilah cerita dari ibu, waktu keluarga besar ziarah ke Makam Sunan Ampel disitulah Kakek saya tidur setelah mengaji dan bermimpi kedatangan seorang kakek berjubah putih yang memberi nama pengganti "Fitriya Kulsum" hingga saat ini. Nama adalah doa, berharap sebaik putri Rasulullah "Ummi Kultsum".

Qadarullah, saya punya sejarah mengeluarkan bunyi dari pita suara pertama kali yaitu di samudera saat menyebrang pulang menuju Pulau Sapudi. Memang benar semua makhluk-NYA akan menjalankan fasenya sesuai takdir-NYA. Mungkin saya terlambat dari segi perkembangan audionya, namun siapa sangka sekarang saya tumbuh menjadi gadis yang hobi bicara, story telling apalagi curhat.

Kini saya sudah sampai di fase umur kepala 2 angka kembar (22), layaknya remaja lainnya yang suka baper dalam hal percintaan. Astaghfirullah, seharusnya pemuda itu berperan dalam peradaban. Kalian yang kenal saya pasti tau saat saya jatuh bangun membina cinta, namun semangat saya tidak pernah pudar mewujudkan cita-cita. Biarkan cinta mundur, asal cita-cita tidak terkubur. Lantas apa peran saya sebagai pemuda peradaban ?. Saya memilih jalan untuk menimba ilmu setinggi-tingginya karena diri ini haus atau fakir ilmu. Saya perantau sejati sejak SMA hingga kuliah. Langkah kakiku mengantarkan ke Daerah Istimewa Yogyakarta untuk melanjutkan perjalanan menggapai asa.

Orang di luar sana memandang rendah jurusanku, padahal mereka butuh pangan. Mereka tidak boleh melupakan jasa sarjana pertanian. Jurusan saya memang tidak seperti kedokteran, namun percayalah profesi kami juga sebagai dokter tapi dokter tanaman. Meski dipandang sebelah mata, tetap tidak mengubah tekadku sebagai pejuang pangan. Kini saya melanjutkan lagi pendidikan sebagai "Soil Scientist". Ingat saya ingin menjadi ilmuan tanah Indonesia bukan tukang gali kubur. Lirik lagu "Tanah Kita Tanah Surga" menjadi motivasi memilih master ilmu tanah. Bisa ditebak aktivitas saya sehari-hari sebagai mahasiswa pascasarjana yang belajar tanah mulai dari proses terbentuknya hingga manfaatnya dalam dunia pertanian secara ilmiah.

Negara Arab boleh bangga mempunya menteri kepemudaan yang masih berumur 22, begitu juga Malaysia yang mempunya menteri muda berumur 25 tahun. Lantas kenapa Indonesia tidak bisa ?. Fitriya Kulsum siap menjadi menteri pertanian di usia muda sebelum berumur 40 tahun. Menteri Pertanian memiliki visi yakni "Menjadikan Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia 2045". Saya ingin mengambil posisi sebagai stake holder agar bisa berperan dan berkontribusi untuk pangan Indonesia dan dunia. Saya sadar sebagai mahasiswa yang kadang sok idealisme, sering mengkritik program kerja pemerintah. Jika saya tidak merasakan posisi mereka, maka saya hanya bisa mengkritik tanpa beraksi nyata. Saya akan terus menggibah pemerintah tanpa melakukan suatu perubahan. Ingat bahwa negara tidak butuh pemuda yang berhasil mengkritisi namun gagal dalam beraksi. 

Selama menjadi mahasiswa saya juga pernah turun ke jalan memperjuangkan kebenaran, jadi tidak hanya sekedar kuliah karena saya sadar kuliah menggunakan beasiswa. Jadi ada uang rakyat sebagai amanah yang mengalir dalam jiwa saya untuk menjadi agen perubahan dan pejuang peradaban. Ada kegiatan di luar kuliah yang saya ikuti baik UKM, komunitas sosial, dan mengikuti acara "Himpunan Mahasiswa Pascasarjana" saat ini. Masih juga disibukkan dengan komunitas blog pendidikan online dan wirausaha kecil-kecilan.

Saya sebagai mahasiswa yang selalu ingin menuangkan aspirasinya melalui karya tulisan, ada beberapa lomba sepersi essay, Karya Tulis Ilmiah, proposal business plaa atau membuat teks pidato yang pernah saya juarai. Alasannya hanya ingin menginspirasi melalui cara saya sendiri. Itulah alasannya saya bergabung dengan "Kelas Menulis Oktober". Saya ingin berkumpul dengan orang yang satu visi agar tercipta karya yang menginspirasi.

Harapan saya ketika mengikuti "KMO (Kelas Menulis Oktober)", selalu istiqomah menulis tiap hari dan menghasilkan karya buku kedua saya bersama keluarga KMO yang lainnya. Buku antolologi pertama saya dengan komunitas Shalaazz adalah berjudul "Lensa Pendidikan Abad 21". Jadi tidak sabar ingin berkolaborasi menghasilkan karya baru bersama keluarga KMO.

Biar jadi motivasi kita semua untuk terus menulis, ingatlah nasehat penulis inspiratif Pramoedya Ananta Toer "Orang boleh pandai setinggi langit, namun selama dia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Cukup sekian ya perkenalan singkat dari Gadis Sanguinis yang Ekstrovert, untuk kenal lebih lanjut bisa follow IG @fitriya_kulsum 😊

Yogyakarta, 4 Oktober 2019