Judul: Menikah Sama dengan Naik Level
Penulis: Khairil Oktaviandi
Jumlah Halaman: 96
Penerbit: Alra Media
Sinopsis:
Menikah adalah kata yang menunjukkan kebahagiaan yang diimpikan oleh kedua insan yang sedang jatuh cinta. Ternyata tidak sesempit itu definisinya. Tulisan dalam buku ini membahas tentang kehidupan bersama kedua insan antara suami dan istri dari latar belakang yang berbeda. Sebenarnya menikah itu adalah pintu masuk untuk saling belajar menghadapi kehidupan berkeluarga. Setiap harinya dijumpai pelajaran baru yang mengharuskan untuk naik level. Maksudnya menaiki tangga satu menuju tangga berikutnya dan seterusnya bersama pasangan lainnya untuk menghadapi lika-liku kehidupan.
Tulisan buku ini membahas mulai dari curhat pengarang tentang niat awal menikah sampai kehidupan sehari-harinya. Terdapat 18 catatan tentang topik kehidupan sehari-hari untuk pasangan yang sudah menikah sebagai berikut:
- Suami harus romantis
- Istrimu tidak sedang marah
- Audit handphone
- Memang semua wanita pencemburu
- Menjadi sahabat
- Aku selalu mendengarmu wahai cinta
- Kuat jalani ora kuat tinggal ngaji
- Menikmati masa sulit bersama
- Panggilan romantis Vs panggilan alay
- Mengungkit masa lalu
- Gunakan kata maaf sebagai senjata
- Istri butuh pengakuan dan pernyataan
- Berumah tangga itu tentang kita
- Menikah=Naik level
- Nikmati rasanya, hargai usahanya
- Selisih harga yang sangat berharga
- Dilarang bermain media sosial jika tidak produktif
- 3 fase utama pernikahan.
Masing-masing bagian catatan dibahas berdasarkan pengalaman penulis dan juga survey sehari-hari. Membuat pembaca akan mengangguk setuju dengan peristiwa-peristiwa kecil yang sering terjadi dalam pernikahan.
Kelebihan
1. Gaya penulis menggunakan bahasa yang santai, sehingga mudah dipahami oleh semua kalangan baik yang sudah menikah bahkan yang belum.
2. Terdapat quotes mulai dari catatan 1-18.
3. Membaca buku ini menarik pembaca untuk terus membaca catatan selanjutnya karena diksi yang digunakan menyentuh perasaan.
4. Ditulis berdasarkan pengalaman dan survey penulis, ada bagian penjelasan yang lucu sehingga tidak membosankan untuk dibaca.
Kekurangan
Isi dari tulisan ini secara keseluruhan sudah baik, namun urutan catatan tiap cerita tidak urut. Penulis tidak mengurut tentang catatan pertama yaitu menikah=naik level, lalu membahas 3 fase pernikahan. Malah langsung membahas kehidupan-kehidupan kecil dalam kehidupan berkeluarga. Jadi, pembaca langsung disajikan dengan tulisan kehidupan nyata, padahal status pembaca ada juga yang belum menikah perlu penekanan di catatan pertama tentang menikah dan fase-fasenya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar