Pipit lagi ada challange menulis tanpa henti selama 7 hari. Saya akan bahas 7 habits (kebiasaan) sukses dunia akhirat.
Habit adalah kegiatan yang dilakukan berulang-ulang tanpa kita sadari dalam kehidupan sehari-hari. Kita adalah cerminan habit yang dilakukan. Misalnya kita terbiasa bangun pagi lalu melanjutkan aktivitas, itu akan terus berulang-ulang dikerjakan. Begitu sebaliknya jika malas bangun pagi, akan terbiasa malas terus.
Gambaran habit seperti spiral yang bisa menciut ke dalam atau semakin melebar. Jadi, tidak perlu khawatir akan kebiasaan buruk karena bisa dirubah menjadi lwbih baik. Bagaimana caranya ?
Ust. Felix Siauw dalam tulisannya pernah membahas tentang proses habit yaitu dimuai dari Learn (Belajar)-Commit (Berkomitmen)-Practice (Latihan)-Repeat (Mengulang). Misalnya, kita ingin membiasakan untuk ke kampus tepat waktu. Jadi, langkah awal mempelajari tips-tips atau pengalaman dari orang lain. Setelah tau ilmunya, belajar untuk memulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus berkomitmen untuk melaksanakannya, ada sanksi bila melanggar dam mendapat reward apabila menaati. Komitmen itu harus dilatih terus-menerus, tidak cukup hanya sekali atau dua kali dan harus berulang agar menjadi kebiasaan yang terus melekat selamanya.
Gambaran habit seperti spiral yang bisa menciut ke dalam atau semakin melebar. Jadi, tidak perlu khawatir akan kebiasaan buruk karena bisa dirubah menjadi lwbih baik. Bagaimana caranya ?
Ust. Felix Siauw dalam tulisannya pernah membahas tentang proses habit yaitu dimuai dari Learn (Belajar)-Commit (Berkomitmen)-Practice (Latihan)-Repeat (Mengulang). Misalnya, kita ingin membiasakan untuk ke kampus tepat waktu. Jadi, langkah awal mempelajari tips-tips atau pengalaman dari orang lain. Setelah tau ilmunya, belajar untuk memulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus berkomitmen untuk melaksanakannya, ada sanksi bila melanggar dam mendapat reward apabila menaati. Komitmen itu harus dilatih terus-menerus, tidak cukup hanya sekali atau dua kali dan harus berulang agar menjadi kebiasaan yang terus melekat selamanya.
Langsung saja ya saya akan bahasa satu-persatu tentang 7 Habits Orang Sukses Dunia Akhirat. Semua orang pasti menginginkan hal itu. Jika hanya sukses dunia, maka hidup seperti orang buta. Makanya harus sukses akhirat juga agar hidup selamat. Mulai bangun 7 habits berikut ini:
1. Rajin beribadah (Wajib dan Sunnah)
Malas bukan ciri orang sukses, perlu diingat bahwa kita diberikan bentuk tubuh yang sempurna. Memiliki kaki untuk berjalan, tangan untuk mengerjakan sesuatu dan lainnya. Lantas apa yang menjadi alasan hanya berdiam diri ?.
Jika kita malas, coba periksa lingkungan sekitar. Mungkin kita salah bergaul atau salah niat dan lainnya. Carilah teman yang mengingatkan ibadah bukan mengajak kemaksiatan. Kalau teman kalian banyak yang lebih suka ke club malam daripada hadir ke kajian, jadi bisa dipastikan akan terjerumus juga pada dunia gelapnya. Berbeda dengan dekat orang alim, hidup akan lebih tenang karena ada alarm ibadah.
Mulai rajin ibadah kewajiban karena itu tidak bisa dikorupsi. Semakin terbiasa mengerjakan kewajiban, makan akan timbul rasa ingin meningkatkan amalan ibadah. Jangan menyiakan keistimewaan dari berbagai ibadah sunnah. Jika ibadah wajib dan sunnah rutin dikerjakan ikhlas karena Allah, InsyaAllah keselamatan dan surga menanti.
2. Menyeimbangkan ilmu pengetahuan dunia dan agama.
Ingat pepatah arab mengatakan "Hidup tanpa ilmu pengetahuan seperti orang pincang, dan hidup tanpa ilmu agama seperti orang buta". Jika kita hanya sibuk mengejar dunia, maka akan selamanya begitu karena dunia semakin dikejar akan semakin menjauh sehingga tidak ada kata pernah puas, berbeda dengan akhirat yang semakin dikejar akan semakin mendekat. Namun, jangan pernah melupakan ilmu pengetahuan sebagai bekal hidup di dunia agar tidak menjadi orang yang diperbodoh oleh orang lain.
Hal ini terjadi pada diri saya sendiri yang sejak kecil hingga saat ini banyak menimba ilmu pengetahuan, namun kurang menimba ilmu agama. Namun, saya tidak tinggal diam dan memilih untuk belajar ilmu agama dari luar sekolah. Misalnya ikut organisasi Pelajar Islam Indonesia dan lainnya. Ilmu itu bisa diperoleh dimana saja dan dari siapa saja. Kita saja yang harus peka untuk mendapat ilmu tersebut dan mengamalkannya. Percuma kalau sudah punya ilmunya, namun tidak diamalkan. Sama saja dinilai sebagai orang munafik seperti itu.
3. Bersyukur
Kebiasaan ini yang paling sering dilupakan oleh manusia. Nikmat sekecil apapun wajib untuk disyukuri, bukan berarti hanya berupa materi. Sehat dan dikelilingi orang-orang terbaik adalah nikmat yang tidak terhingga. Ingat firman Allah "Bersyukurlah kalian, maka aku akan menambah nikmatnya". Bisa dibayangkan bahwa Allah sangat mencintai hambaNya yang bersyukur. Bahkan saat diberi ujian pun harus bersyukur, tandanya Tuhan menyelamatkan kita dari hal buruk yang mungkin akan terjadi di depan tanpa kita sadari.
Ujian malah dapat meningkatkan level iman. Coba renungkan saat apa kita shalat lebih khusuk bahkan berdoa sambil menangis ?. Iya, saat kita bersedih dan memohon bantuan kepada Tuhan. Berbeda saat kita senang, ibadah dilakukan hanya sebagai penggugur kewajiban. Astaghfirullah, sering tidak khusuk melaksanakannya. Oleh karena itu, tetaplah bersyukur dalam kondisi apapun.
4. Berbagi/Sedekah
Ingat ya sobat, sedekah tidak hanya tentang materi. Begitu sederhananya sedekah, bahkan senyum termasuk sedekah. Jadi, mulai sekarang memperbanyak senyum ya. Asal tidak kebanyakan tersenyum sendiri seperti pemuda lagi kasmaran, lebih tepatnya gangguan syaraf sih. Hehehe
Kalian tidak perlu khawatir uangnya akan habis jika disedekahkan. Ingat itu hanya titipan sementara dari Ilahi yang tidak akan dibawa mati. Ustad Yusuf Mansyur mengutarakan rumus sedekah adalah penjumlahan berkali lipat, jadi semakin banyak maka semakin banyak pula hasilnya. Kelipatan tersebut memang tidak dibalas di dunia, namun sebagai bekal di akhirat nanti. Bahkan ada yang dibalas di dunia dengan cara lain tanpa kita sadari. MasyaAllah, sungguh indah balasan Tuhan pada hambaNya yang taat.
Saya masih menjadi mahasiswi dan belum memiliki penghasilan tetap, cara bersedekah menggunakan hal lain. Misal menjadi narasumber sesuai dengan bidang ilmu di sebuah komunitas. Berbagi tulisan motivasi atau berdasarkan pengalaman di media sosial. Itu sudah termasuk sedekah, meskipun saya tidak tau perkataan motivasi atau tulisan mana yang menginspirasi orang lain. Niatkan lillah maka hidup akan terarah InsyaAllah.
5. Membaca dan Menulis
Iqro' adalah kalam Allah yang diperintahkan pertama oleh Allah melalui perantara Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW. Begitu pentingnya membaca sehingga ditekankan untuk dilaksanakan, bagaimana kita bisa tau tanpa membaca. Membaca adalah pintu gerbang pengetahuan atau sumbernya adalah jendela dunia bahkan akhirat. Setelah membaca sudah sepantasnya kita menulis atas hasil yang kita baca agar tidak mengendap dan bisa diketahui oleh banyak orang. Meskipun kita sudah tiada di dunia, tidak dikenang menjadi orang yang baik namun ada tulisan kita yang akan terkenang terus menjadi amal jariyah dari tiap tulisan yang bermanfaat.
6. Bertani, Beternak dan Berdagang
Kenapa pilih ketiga profesi tersebut ? "Ah...kampungan", mungkin itu penilaian orang lain. Justru yang kampungan menjadi idaman. Mari kita melihat kembali sejarah kehidupan Rasulullah. Sejak kecil beliau mengembala ternak dan bertani mencari pakan untuk ternaknya. Saat tumbuh dewasa, ikut pamannya ke Negeri Syam untuk berdagang. Sudah jelas firman Allah dalam Al-Quran bahwa diciptakan tanah agar muncul air dan tumbuh tanaman di atasnya.
Coba saja bayangkan jika bertani, kita tidak akan kelaparan dan kebutuhan pokok makanan sehari-hari hanya tinggal memanen sendiri. Begitu juga denga beternak, kehidupan protein tercukupi. Bahkan kebutuhan tersier lainnya bisa didapatkan dari keuntungan berdagang. Perlu diingat juga bahwa berdagang adalah 9 dari 10 pintu rezeki.
7. Menjadi pemimpin
Kenapa takut menjadi pemimpin ? Apalagi pemuda adalah tonggak perubahan bangsa, di pundak pemudalah nasib bangsa ini. Berani memimpin agar dunia menguasai dunia menjadi lebih baik dan semakin memperluas amalan ibadah untuk kehidupan akhirat. Memang menjadi pemimpin banyak godaan , namun jika terbiasa menjadi pemimpin dari skala kecil hingga besar akan terlatih menjadi sosok pemimpian yang ideal.
Demikian 7 habits orang sukses dunia akhirat. Jika 7 habits itu dimiliki maka 7 keajaiban dunia dan 7 pintu surga pun akan terbuka lebar. Ubah negatif mindset menjadi positif habits.
Salam Sukses 😊
Yogyakarta, 26 Oktober 2019
1. Rajin beribadah (Wajib dan Sunnah)
Malas bukan ciri orang sukses, perlu diingat bahwa kita diberikan bentuk tubuh yang sempurna. Memiliki kaki untuk berjalan, tangan untuk mengerjakan sesuatu dan lainnya. Lantas apa yang menjadi alasan hanya berdiam diri ?.
Jika kita malas, coba periksa lingkungan sekitar. Mungkin kita salah bergaul atau salah niat dan lainnya. Carilah teman yang mengingatkan ibadah bukan mengajak kemaksiatan. Kalau teman kalian banyak yang lebih suka ke club malam daripada hadir ke kajian, jadi bisa dipastikan akan terjerumus juga pada dunia gelapnya. Berbeda dengan dekat orang alim, hidup akan lebih tenang karena ada alarm ibadah.
Mulai rajin ibadah kewajiban karena itu tidak bisa dikorupsi. Semakin terbiasa mengerjakan kewajiban, makan akan timbul rasa ingin meningkatkan amalan ibadah. Jangan menyiakan keistimewaan dari berbagai ibadah sunnah. Jika ibadah wajib dan sunnah rutin dikerjakan ikhlas karena Allah, InsyaAllah keselamatan dan surga menanti.
2. Menyeimbangkan ilmu pengetahuan dunia dan agama.
Ingat pepatah arab mengatakan "Hidup tanpa ilmu pengetahuan seperti orang pincang, dan hidup tanpa ilmu agama seperti orang buta". Jika kita hanya sibuk mengejar dunia, maka akan selamanya begitu karena dunia semakin dikejar akan semakin menjauh sehingga tidak ada kata pernah puas, berbeda dengan akhirat yang semakin dikejar akan semakin mendekat. Namun, jangan pernah melupakan ilmu pengetahuan sebagai bekal hidup di dunia agar tidak menjadi orang yang diperbodoh oleh orang lain.
Hal ini terjadi pada diri saya sendiri yang sejak kecil hingga saat ini banyak menimba ilmu pengetahuan, namun kurang menimba ilmu agama. Namun, saya tidak tinggal diam dan memilih untuk belajar ilmu agama dari luar sekolah. Misalnya ikut organisasi Pelajar Islam Indonesia dan lainnya. Ilmu itu bisa diperoleh dimana saja dan dari siapa saja. Kita saja yang harus peka untuk mendapat ilmu tersebut dan mengamalkannya. Percuma kalau sudah punya ilmunya, namun tidak diamalkan. Sama saja dinilai sebagai orang munafik seperti itu.
3. Bersyukur
Kebiasaan ini yang paling sering dilupakan oleh manusia. Nikmat sekecil apapun wajib untuk disyukuri, bukan berarti hanya berupa materi. Sehat dan dikelilingi orang-orang terbaik adalah nikmat yang tidak terhingga. Ingat firman Allah "Bersyukurlah kalian, maka aku akan menambah nikmatnya". Bisa dibayangkan bahwa Allah sangat mencintai hambaNya yang bersyukur. Bahkan saat diberi ujian pun harus bersyukur, tandanya Tuhan menyelamatkan kita dari hal buruk yang mungkin akan terjadi di depan tanpa kita sadari.
Ujian malah dapat meningkatkan level iman. Coba renungkan saat apa kita shalat lebih khusuk bahkan berdoa sambil menangis ?. Iya, saat kita bersedih dan memohon bantuan kepada Tuhan. Berbeda saat kita senang, ibadah dilakukan hanya sebagai penggugur kewajiban. Astaghfirullah, sering tidak khusuk melaksanakannya. Oleh karena itu, tetaplah bersyukur dalam kondisi apapun.
4. Berbagi/Sedekah
Ingat ya sobat, sedekah tidak hanya tentang materi. Begitu sederhananya sedekah, bahkan senyum termasuk sedekah. Jadi, mulai sekarang memperbanyak senyum ya. Asal tidak kebanyakan tersenyum sendiri seperti pemuda lagi kasmaran, lebih tepatnya gangguan syaraf sih. Hehehe
Kalian tidak perlu khawatir uangnya akan habis jika disedekahkan. Ingat itu hanya titipan sementara dari Ilahi yang tidak akan dibawa mati. Ustad Yusuf Mansyur mengutarakan rumus sedekah adalah penjumlahan berkali lipat, jadi semakin banyak maka semakin banyak pula hasilnya. Kelipatan tersebut memang tidak dibalas di dunia, namun sebagai bekal di akhirat nanti. Bahkan ada yang dibalas di dunia dengan cara lain tanpa kita sadari. MasyaAllah, sungguh indah balasan Tuhan pada hambaNya yang taat.
Saya masih menjadi mahasiswi dan belum memiliki penghasilan tetap, cara bersedekah menggunakan hal lain. Misal menjadi narasumber sesuai dengan bidang ilmu di sebuah komunitas. Berbagi tulisan motivasi atau berdasarkan pengalaman di media sosial. Itu sudah termasuk sedekah, meskipun saya tidak tau perkataan motivasi atau tulisan mana yang menginspirasi orang lain. Niatkan lillah maka hidup akan terarah InsyaAllah.
5. Membaca dan Menulis
Iqro' adalah kalam Allah yang diperintahkan pertama oleh Allah melalui perantara Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW. Begitu pentingnya membaca sehingga ditekankan untuk dilaksanakan, bagaimana kita bisa tau tanpa membaca. Membaca adalah pintu gerbang pengetahuan atau sumbernya adalah jendela dunia bahkan akhirat. Setelah membaca sudah sepantasnya kita menulis atas hasil yang kita baca agar tidak mengendap dan bisa diketahui oleh banyak orang. Meskipun kita sudah tiada di dunia, tidak dikenang menjadi orang yang baik namun ada tulisan kita yang akan terkenang terus menjadi amal jariyah dari tiap tulisan yang bermanfaat.
6. Bertani, Beternak dan Berdagang
Kenapa pilih ketiga profesi tersebut ? "Ah...kampungan", mungkin itu penilaian orang lain. Justru yang kampungan menjadi idaman. Mari kita melihat kembali sejarah kehidupan Rasulullah. Sejak kecil beliau mengembala ternak dan bertani mencari pakan untuk ternaknya. Saat tumbuh dewasa, ikut pamannya ke Negeri Syam untuk berdagang. Sudah jelas firman Allah dalam Al-Quran bahwa diciptakan tanah agar muncul air dan tumbuh tanaman di atasnya.
Coba saja bayangkan jika bertani, kita tidak akan kelaparan dan kebutuhan pokok makanan sehari-hari hanya tinggal memanen sendiri. Begitu juga denga beternak, kehidupan protein tercukupi. Bahkan kebutuhan tersier lainnya bisa didapatkan dari keuntungan berdagang. Perlu diingat juga bahwa berdagang adalah 9 dari 10 pintu rezeki.
7. Menjadi pemimpin
Kenapa takut menjadi pemimpin ? Apalagi pemuda adalah tonggak perubahan bangsa, di pundak pemudalah nasib bangsa ini. Berani memimpin agar dunia menguasai dunia menjadi lebih baik dan semakin memperluas amalan ibadah untuk kehidupan akhirat. Memang menjadi pemimpin banyak godaan , namun jika terbiasa menjadi pemimpin dari skala kecil hingga besar akan terlatih menjadi sosok pemimpian yang ideal.
Demikian 7 habits orang sukses dunia akhirat. Jika 7 habits itu dimiliki maka 7 keajaiban dunia dan 7 pintu surga pun akan terbuka lebar. Ubah negatif mindset menjadi positif habits.
Salam Sukses 😊
Yogyakarta, 26 Oktober 2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar